Selasa, 30 Mei 2017

Jelang Digusur, Warga Eks Lokalisasi Semampir Duduki DPRD Kota Kediri

Senin, 05 Desember 2016 10:56:22 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Jelang Digusur, Warga Eks Lokalisasi Semampir Duduki DPRD Kota Kediri
Demo: Eks penghuni lokalisasi Semampir Kediri Kota demo di DPRD setempat. [Foto: nanang/bj.com]

Kediri (beritajatim.com)--Deadline program refungsi eks Lokalisasi Semampir Kota Kediri menjadi RTH (Ruang Terbuka Hijau) semakin mepet. Ratusan warga RW 05 kembali ngeluruk DPRD setempat, Senin (5/12/2016) pagi.

Kali ini, mereka berniat menduduki gedung wakil rakyat sebagai bentuk desakan penundaan penggusuran pada 10 Desember 2016 nanti. Mereka akan bermalam di DPRD hingga ada pernyataan resmi dari kalangan dewan.

"Pemkot Kediri harus menunda rencana penggusuran, karena masih dalam proses persidangan. Hari ini gugatan class action di PN Kota Kediri akan disidangkan. Pemkot harus menghormati dan tunduk pada hukum," tegas Imam, koordinator aksi.

Massa aksi yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak ini datang ke Kantor DPRD dengan naik sepeda motor. Mereka membawa poster berbagai tulisan berisi kecaman terhadap Pemkot Kediri. Dalam aksinya ini, warga juga menggelar pertunjukan jaranan sebagai budaya khas Kediri.

"Dewan harus mendukung langkah kami. Para wakil rakyat harus mengingatkan pemkot yang sudah salah dalam mengambil kebijakan. Kami sepakat memberantas prostitusi, tapi kami menolak penggusuran. Sebab, kami warga Kota Kediri yang sah dan kami memiliki KTP," imbuhnya.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung kondusif dengan kawalan sekitar 200 personel polisi. Pada barikade paling depan di gerbang Gedung DPRD berjajar polisi wanita, sebagai barisan pengamanan utama. Pengamanan bersifat berlapis dengan tambahan dari Satpol PP Kota Kediri.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Kota Kediri mendukung aksi pemberantasan prostitusi sebagaimana komitmen warga RW 05 Kelurahan Semampir. Tapi, partai berlambang Pohon Beringin ini meminta Pemkot Kediri menunda penggusuran hingga proses peradilan diputuskan pengadilan. [air/nng]

Komentar

?>