Sabtu, 17 Nopember 2018

Husnul Khuluq dan Dukut Imam Widodo Ditahan Kejari Gresik

Senin, 14 Nopember 2016 18:38:21 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Husnul Khuluq dan Dukut Imam Widodo Ditahan Kejari Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik di era Bupati Robbach Ma'sum. Husnul Khuluq resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dalam kasus korupsi perkara penyimpangan dana kas daerah Pemkab Gresik senilai Rp 1,3 miliar.

Selain Husnul Khuluq, ada dua tersangka juga ditahan. Yakni, mantan petinggi PT Smelting Gresik, Dukut Imam Widodo, dan Syaiful Bachri. Dukut Imam Widodo juga merupakan penulis buku Soerabaia Tempo Doloe dan Gresik Tempo Doeloe.

Semua tersangka itu, diangkut mobil Nissan plat merah nopol W 986 AP dan dikawal dua polisi bersenjata lengkap dibawa ke LP Banjarsari Cerme, Gresik.

Kasus korupsi yang menyeret mantan Sekda Pemkab Gresik, dan petinggi PT Smelting Gresik tersebut. Berawal ketiga tersangka itu, melakukan perjanjian kerjasama antara Pemkab Gresik dengan  PT Smelting Gresik tentang sewa sebagian perairan laut dari kewenangan Pemkab Gresik tahun 2006 sebesar Rp 1,37 miliar.

"Memang benar kami telah menahan ketiga tersangka setelah Kejari Gresik menerima limpahan penyidik dari Polda Jatim, dan Kejati Jatim," kata Kasie Intel Kejari Gresik, Lutchas Rohman kepada wartawan, Senin (14/11/2016).

Lutchas Rohman menjelaskan, ketiga tersangka itu didakwa melakukan penyimpangan dana kas Pemkab Gresik pada tahun 2006.

"Ketiga tersangka kami jerat dengan pasal 3 dan 4 UU Tipikor," paparnya.

Mengenai kerugiannya lanjut Lutchas Rohman, pihaknya sampai saat belum menerima berapa total kerugiannya.

Namun, berdasarkan berkas bukti pemeriksaan ada kerugian sebesar Rp 1,37 miliar.

"Berdasarkan berkas bukti pemeriksaan. Ketiga tersangka itu merugikan negara sebesar Rp 1,37 miliar," ujarnya.

Sementara itu, penasehat hukum (PH), salah satu tersangka Syaiful Bachri. Rihantoro Bayu Aji, SH menyatakan dalam kasus ini menyatakan hanya sebagai pengutus saja. Sebab, ada orang lain yang turut menandatangani.

"Sambil jalan kami berupaya ada penangguhan penahanan. Pasalnya, ada orang lain diluar klien kami yang turut menandatangani," tandasnya. [dny/ted]

Komentar

?>