Rabu, 17 Oktober 2018

Petugas Temukan Belasan Permen Jari Diduga Mengandung Narkoba

Kamis, 13 Oktober 2016 13:03:31 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Petugas Temukan Belasan Permen Jari Diduga Mengandung Narkoba

Kediri (beritajatim.com) - Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben), Polres Kediri Kota dan Dinas Kesehatan menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang kaki lima yang ada di sekolah-sekolah.

Hasilnya, petugas berhasil menemukan belasan permen jari-jari yang diduga mengandung zat adiktif, unsur narkoba.

Razia diawal dari para pedagang yang mangkal di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banjaran 4 Kota Kediri. Dari sejumlah pedagang yang diperiksa, ternyata petugas tidak berhasil menemukan permen yang dicari. Akhirnya petugas hanya memberikan sosialisasi tentang bahaya permen mengandung unsur narkoba.

Razia dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Pesantren. Petugas akhirnya berhasil menemukan permen jari-jari dari salah satu pedagang kaki lima yang jualan di luar pagar Sekolah PAUD dan TK Al Falah Pesantren. Ada belasan biji permen jari-jari yang diambil petugas. Permen tersebut sempat disembunyikan pedagang di kotak lapaknya.

Kasat Narkoba Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, razia digelar dalam rangka merespon maraknya peredaran permen jari-jari, yang diduga mengandung narkoba. Permen ini sudah beredah disejumlah daerah seperti, Tangerang, Bogor dan Ponorogo.

"Untuk temuan permen jari-jari ini langsung kami amankan untuk dilakukan uji di laboratoriu. Sementara hasilnya, nanti akan kita sampaikan, apakah benar permen ini mengandung zat adiktif. Khawatir kami, ada oknum produsen yang memanfaatkan momentum ini," kata Siswandi, Kamis (13/10/2016).

Permen jari-jari itu ditemukan pada lapak milik Siswandi. Pedagang mengaku tidak mengetahui jika permenyang dijual diduga mengandung narkoba. Dia membeli permen tersebut dari salah satu distributor yang ada di Kota Kediri.

"Awalnya saya ditawari. Disuruh menjual permen ini. Akhirnya saya jual. Semula penjualannya lumayan. Sehari bisa laku sampai 20 biji. Tetapi akhir akhir ini hanya laku 2-3 biji sehari. Hari ini, saya menyembunyikan permen ini, karena ada kabar di televisi bahwa permen jari jari mengandung narkoba," katanya.

Selain mengelar razia di sejumlah pedagang, petugas juga melakukan razia di toko- toko yang diduga menjadi agen permen jari-jari tersebut. Namun petugas tidak menemukan barang yang menjadfi sasaran.

Petugas juga melakukan sosialisasi kepada para pelajar agar tidak membeli permen jari-jari hingga diketahui hasil laboratorium, apakah positif mengandung narkoba atau tidak. (nng/ted)

Komentar

?>