Senin, 23 Oktober 2017

Jelang Idul Adha, Marak Pencurian dan Mutilasi Sapi di Mojokerto

Kamis, 08 September 2016 17:07:38 WIB
Reporter : Misti P.

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, marak pencurian sapi peliharaan warga di Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya, ada empat tempat kejadian perkara (TKP) pencurian sapi dengan jumlah sapi yang hilang lima ekor dicuri dan dan dimutilasi untuk diambil dagingnya.

Diantaranya, masing-masing satu ekor di Desa Windurejo, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo dan Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu dan dua ekor di Desa Adisono, Kecamatan Pungging.Modusnya, pelaku mencuri sapi milik warga yang ada dalam kandang lalu disembelih atau dimutilasi di area ladang, kebun atau persawahan.

Pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut memutilasi dan mengambil bagian tubuh sapi yang banyak dagingnya, sementara bagian perut dan kepala sapi ditinggal di lokasi mutilasi. Biasanya, pelaku mencuri dan memutilasi sapi pada dini hari.

Salah satu korban, Mistam (60) warga Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo mengatakan, aksi pencurian sapi miliknya diketahui pagi hari. "Setelah salat subuh, isteri saya melihat di kandang ternyata hanya tinggal anak sapi, betinanya enggak ada. Tak jauh dari rumah ditemukan bagian perut sapi," ungkapnya, Kamis (8/9/2016).

Setelah dicek, lanjut Mistam, ciri-cirinya sapi yang dimutilasi tersebut sama dengan sapi miliknya. Ia mengaku rugi Rp20 juta akibat kejadian ini. Hal yang sama dialami Samaji (50) warga Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu. Sapi betina miliknya juga ditemukan mati dalam kondisi membusuk di kebun tebu dan iapun mengaku rugi Rp 10 juta.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyono membenarkan adanya kejadian tersebut. "Memang ada laporan warga terkait pencurian hewan ternak, petugas masih menyelidiki untuk menangkap pelaku dan mengungkap motifnya. Warga dihimbau agar melakukan ronda malam untuk mengantisipasi pencurian hewan terutama sapi," katanya.

Masih kata Kasubbag Humas, diduga sapi yang dicuri dan diambil dagingnya tersebut dijual ke pasaran karena harga daging sapi masih fluktuatif atau naik turun meski jelang Idul Adha. Dari modus yang dilakukan pelaku, lanjut Kasubbag Humas, diduga pelaku lebih dari satu orang dan masih satu kelompok karena melihat lokasi pencurian di tiga kecamatan yang saling berdekatan.[tin/kun]

Komentar

?>