Minggu, 21 Januari 2018

Suruh Calon Mantu Aborsi, Bu RT Dituntut 7 Tahun

Kamis, 25 Agustus 2016 23:31:40 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Suruh Calon Mantu Aborsi, Bu RT Dituntut 7 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) - Enny Novi Nuridha kembali menjalani sidang atas kasus yang membelitnya. Dia menjadi terdakwa karena ulahnya yang menyuruh menggugurkan kandungan calon menantunya yang sudah mengandung delapan bulan.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Indrijani, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menuntut tujuh tahun penjara. Tak hanya hukuman bui, JPU juga mewajibkan terdakwa membayar denda. "Menuntut terdakwa dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan," tegas JPU membacakan berkas tuntutannya.

Tak pelak, mendengar tuntutan JPU tersebut, terdakwa makin sedih dan hanya bisa menangis di persidangan. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan.

Untuk diketahui, terdakwa didudukan dikursi pesakitan karena ulahnya menyuruh gadis bau kencur FDP (16), pacar anaknya VAA (16) untuk mengugurkan janin yang di kandungnya, pada Desember 2015 lalu. Berkat bantuan Adimah (terdakwa berkas terpisah), seorang dukun bayi yang tinggal di Tenggumung Surabaya ini, janin berusia 8 bulan yang dikandung FDP berhasil digugurkan.

Perkara ini terendus dari kecurigaan warga di sekitar makam Asemjajar Surabaya. Warga memergoki, di tengah gelapnya malam, terdakwa VAA sedang menggali dan menguburkan sesuatu di sekitar makam (8/12/2015).

Saat ditanya warga, keduanya mengaku hanya menguburkan ari-ari atau plasenta. Tak percaya begitu saja dengan keterangan VAA, akhirnya warga melaporkan kecurigaan mereka ke Polsek Bubutan Surabaya.

Disaksikan warga, akhirnya petugas membongkar gundukan tanah yang barusan digali oleh VAA dan Doni. Kecurigaan warga terjawab, setelah berhasil dibongkar, petugas menemukan seonggok mayat bayi yang diduga dilahirkan secara paksa.

Berdasarkan temuan tersebut, akhirnya petugas melakukan penyidikan. Kepada penyidik, para terdakwa mengaku, janin tersebut sengaja digugurkan atas bantuan Adimah. Sehingga, para terdakwa akhirnya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum. Atas perbuatannya, oleh JPU, terdakwa Enny dijerat pasal 80 Ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. Sidang dilanjutkan Kamis (25/8) mendatang dengan agenda pembacaan berkas tuntutan oleh JPU. [uci/but]

Tag : aborsi

Komentar

?>