Senin, 20 Nopember 2017

Muntah di Sekolah, Siswi SD ternyata Hamil akibat Digilir 5 Remaja

Selasa, 28 Juni 2016 00:09:28 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Muntah di Sekolah, Siswi SD ternyata Hamil akibat Digilir 5 Remaja

Jombang (beritajatim.com) - Sebut saja namanya Kuntum (13), warga Kecamatan Wonosalam, Jombang. Nasib bocah yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar ini sungguh memprihatinkan. Karena digilir oleh lima remaja yang notabene masih tetangga, Kuntum berbadan dua. Usia kandungannya kini sembilan bulan. Namun ironis, lima pelaku masih bebas berkeliaran.

Ayah Kuntum, MY (33), mengatakan, dirinya tidak menyangka jika Kuntum mengalami kenyataan pahit tersebut. Awalnya, dia hanya mengetahui bahwa sang anak kerap mual dan muntah. Namun, MY menganggap Kuntum hanya masuk angin biasa.

Makanya ketika anak mengeluh sakit, dia hanya mengoleskan minyak angin. Paling banter punggung Kuntuk dikerik guna menghilangkan masuk angin.

Hingga suatu hari MY cukup kaget ketika diberitahu bahwa anak pertamanya itu pingsan di sekolah. Sudah begitu, Kuntum juga muntah hebat. Akhirnya, bocah kelas VI SD (sekolah Dasar) itu dilarikan ke Puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan itulah MY mengetahui bahwa anaknya sedang hamil lima bulan.

Setelah didesak orangtuanya, Kuntum akhirnya menceritakan bahwa yang menanam benih di rahimnya adalah lima remaja yang masih tetangganya. Bahkan belakangan diketahu bahwa salah satu pelaku adalah pacar Kuntum sendiri.

"Sekarang kandungan anak saya sudah menginjak sembilan bulan. Perkiraan, setelah lebaran ini dia melahirkan. Namun sayang, pelaku yang telah menghamili anak saya masih bebas berkeliaran," ujar MY dengan suara berat, Senin (27/6/2016).

Karena tidak terima, MY akhirnya melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi. "Seingat saya sudah ada delapan saksi yang dipanggil. Namun pelaku belum ada yang ditangkap," katanya menambahkan.

Sementara itu di Kecamatan Wonosalam kasus yang menimpa Kuntum sudah menjadi rahasia umum. Bahkan lima pelaku juga sudah pernah dihadirkan di balai desa untuk mediasi. Termasuk MY juga didatangkan.

Jalan keluarnya, masih-masing pelaku disuruh membayar Rp 5 juta. Sementara yang bertanggung jawab untuk menutupi aib tersebut adalah IG (16), salah satu pelaku yang juga pacar Kuntum.

"Memang pernah diadakan mediasi. Namun keputusan mediasi hanya janji belaka. Tidak ada yang bertanggung jawab atas kehamilan anak saya," ujar MY.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Herio Ramadhona Chaniago membenarkan perihal laporan tersebut. Hanya saja, Herio belum berani memberikan komentar panjang lebar. Dia hanya menegaskan bahwa saat ini sedang mencari keberadaan pelaku.

"Laporan sudah kami terima. Saat ini, kami sedang mencari keberadaan pelaku," kata Herio singkat. [suf/but]

Komentar

?>