Selasa, 26 September 2017

Aksi Damai Darurat Kekerasan Seksual

Aktivis Perempuan Jombang Tiup Peluit Massal

Rabu, 25 Mei 2016 11:55:12 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Aktivis Perempuan Jombang Tiup Peluit Massal

Jombang (beritajatim.com) - Aliansi Perempuan Peduli Korban Kekerasan seksual (APPKKS) Jombang menggelar aksi damai di perempatan Kebonrojo, Rabu (25/5/2016). Mereka prihatin tentang maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.

Mereka menilai meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dipicu oleh payung hukum yang tidak maksimal. Dalam aksi tersebut belasan aktivis perempuan membunyikan peluit secara massal. Hal itu sebagai tanda darurat kekerasa seksual di Kabupaten Jombang. Selain itu para aktivis juga membawa payung sebagai simbol pentingnya payung hukum bagi kaum perempuan.

Palupi Pusporini, kordinator aksi mengatakan, aliansi yang terdiri dari WCC (Women Crisis Centre) Jombang, Komunitas Perempuan Desa, dan mahasiswa ini mengusung sejumlah tuntutan. Diantaranya, mendorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah masuk prolegnas pada 2016.

"Payung hukum yang komperehensif ini diharapkan mampu mangatasi persoalan sistem peradilan pidana dan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Sekaligus untuk menciptakan sistem pencegahan kekerasan seksual yang melibatkan lembaga negara, korporasi dan masyarakat," ujar Palupi yang juga Direktur WCC Jombang ini.

Palupi menegaskan bahsa saat ini Indonesia darurat kekerasan seksual. Betapa tidak, berdasarkan catatan Komnas Perempuan 2012, lanjut Palupi, setiap hari sedikitnya 35 perempuan mengalami kekerasan seksual. Namun ironis, tingginya angka tersebut tidak berbanding lurus dengan penegakan hukum yang ada.

"Makanya dalam aksi ini kami melakukan simbolisasi meniup peluit secara bersama-sama dan membawa payung. Karena perempuan butuh payung hukum agar tidak menjadi korban kekerasan seksual," pungkasnya. [suf/but]

Komentar

?>