Jum'at, 24 Nopember 2017

Mandor Perhutani Dibacok Warga di Bojonegoro

Selasa, 18 Agustus 2015 18:55:16 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Mandor Perhutani Dibacok Warga di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) - Mandor tanam Perhutani di kawasan Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sutiyono (42), dibacok warga yang menggarap lahan hutan yang dimandorinya.

Ceritanya, sekitar pukul 10.30 wib kemarin, peristiwa mengenaskan itu terjadi. Sutiyono diajak Ukto alias Tokek, warga Dukuh Sumberwuluh, Desa Ngunut bertemu di pos petak 2 di kawasan hutan Dander. Permintaan itu diterima oleh Sutiyono.

Tokek datang bersama saudaranya bernama Purnomo, sedangkan Sutiyono bersama Slamet (Mantri BKPH Ngunut), Gunadi (mandor tanam), Marzuki (warga biasa). Menurut Slamet, kedatangannya untuk mendamaikan keduanya.

"Pertemuan itu sekitar lima menit, setelah itu, dia (Tokek) mengeluarkan senjata (mirip parang) dari dalam jaketnya. Tak lama kemudian menyabetkan ke Pak Sutiyono," terang Slamet saat di RUmah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bojonegoro.

Akibat sabetan parang itu, Sutiyono mengalami luka cukup parah. Lengan sebelah kiri bagian atas mengalami sobekan panjang 10 cm di lengan atas sebelah kiri, luka di bawah siku panjangnya sekitar 20 cm. Kedalaman luka lengan atas 2 cm, bawah 5 cm. Lebar luka yang bawah 5 cm.

Koordinator Keamanaan KPH Bojonegoro, Mulyana mendapatkan infromasi, bahwa, diduga, penganiayaan terhadap Sutiyono ada motif cemburu. Katanya, istri Tokek ikut menggarap lahan hutan yang dimandori oleh Sutiyono. "Kelihatannya cemburu. Karena istri pelaku ikut menggarap lahan," katanya.

Setelah pembacokan itu, sekitar pukul 15.00, anggota Polsek Dander menangkap Tokek di kawasan Desa Mbutoh, Kecamatan Ngasem. Pria yang memiliki satu anak itu pun dikeler ke Mapolsek untuk diperiksa. "Kami menangkap dia ketika berada di sebuah rumah temannya di Desa Mbutoh," kata AKP Imam Kanafi, Kapolsek Dander.

Sehari sebelum pembacokan, korban sudah mencium kejanggalan yang mengancam nyawanya. Pada Minggu (16/8) malam sekitar pukul 23.30 wib, Sutiyono berpesan kepada istrinya, Dwi Setyorini (34), agar tidak membukakan pintu rumah ketika ada tamu datang.

Sebab, bisa jadi, tamu yang datang itulah yang akan membunuh nyawanya. "Bapak pesan, kalau nanti ada tamu yang ketok-ketok pintu mengatasnamakan temannya (Sutiyono), jangan dibukakan," kata Dwi menirukan permintaan suaminya saat di IGD RSUD Sosodoro Djatikusumo.

Setelah berpesan, kata Dwi, malam itu, sekitar pukul 23.30 wib, ada orang yang menghubungi Sutiyono melalui ponsel. Setelah itu, Sutiyono keluar rumah. Sekitar pukul 02.00 wib, dia kembali ke rumahnya di kawasan Perumnas Mojowaru.

Selain itu, pada Minggu (17/8) pagi, Sutiyono minta mertuanya yang ada di Desa Kelpek, Kecamatan Sukosewu menjemput istrinya. Permintaan itu malah membuat Dwi bingung, namun, ia tak menanyakan kebingungannya kepada suaminya itu.

Saat ini, Sutiyono mendapat perawatan di RSUD Sosodoro Djatikusumo. Kata dokter RSUD yang menangani Sutiyono, Dr Adi Wijantoro, Pihaknya sedang memantau jaringan lunak dan tulang lengan Sutiyono. [uuk/but]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>