Hukum & Kriminal

Warkop Jualan Miras Masih Marak di Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Kendati telah memberlakukan peraturan daerah (Perda) larangan menjual miras, atau minuman keras di wilayah hukum Gresik, namun kenyataannya masih banyak warung kopi (Warkop) yang menjual minuman haram itu. Hal tersebut terbukti saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat menemukan sejumlah warkop yang menyediakan puluhan botol miras.

Semua botol miras itu merupakan hasil target operasi petugas. Salah satunya, berada di Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik. Sebelum dirazia, pemilik warkop tersebut menjual kopi, gorengan serta mie instan. Namun, ketika dilakukan penggledahan, banyak botol miras yang disimpan di dalam sebuah ruangan.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Abu Hasan mengatakan, fenomena tersebut sudah lama terjadi. Mereka tidak berani menjual bebas karena terjanggal aturan. Untuk mensiasati itu, desain warung dikemas seperti biasa. Terkesan dari depan tidak menjual minuman haram.

“Biasanya yang membeli adalah pelanggan tetap. Penjual tidak akan memberikan barang ke pembeli baru, karena dikuatirkan praktek jual beli miras ilegal itu terkuak ke publik. Hal Itu yang sedang kita cari, warung yang kemasannya warung kopi tapi menjual miras,” katanya, Jumat (12/04/2019).

Abu Hasan mengatakan, guna menekan agar keberadaan warung penjual miras tidak marak. Pihaknya bakal meningkatkan operasi lagi. Sasarannya warung-warung yang memiliki pramusaji perempuan. “Fokus kesana sebab rata-rata pembeli miras di warung tersebut tidak hanya orang dewasa saja melainkan remaja juga,” ujarnya.

Saat melakukan razia, sebanyak 65 botol arak 1,5 liter arak, dan dua botol bir hitam berhasil disita. Miras yang berhasil ditemukan petugas kemudian diamankan. Pasalnya, berdasarkan peraturan daerah (Perda) nomor 15 thn 2002 jo nomor 19 tahun 2004 tentang larangan peredaran miras di Gresik dilarang. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar