Hukum & Kriminal

Warga Penyekap Anak Kandung Ternyata Residivis KDRT

Jember (beritajatim.com) – Polisi mengamankan EW (40), warga Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur karena menyekap anak kandung lelakinya yang berusia 12 tahun. Ternyata dia pernah mendekam di bui karena kasus kekerasan dalam rumah tangga.

“Kebetulan tersangka EW ini residivis. Dia temperamental dan melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, dalam konferensi pers di markas kepolisian resor, Senin (13/1/2020).

EW yang juga penjual ayam ini pernah ditahan empat bulan lembaga permasyarakatan Jember pada 2009. Saat ini ia dan istrinya berinisial Y sudah bercerai. Y inilah yang melaporkan kekerasan yang dilakukan EW terhadap sang anak berinisial MI. “MI mengalami broken home dengan perlakuan fisik yang dialami tersangka,” kata Alfian.

MI pada Sabtu kemarin kabur dari rumah. EW pun mencarinya dan bertanya kepada Salma, pengasuh sang anak. Dari sana diketahui jika MI sedang berada di tempat persewaan game online di Jalan Riau. EW meminta Salma memanggil MI. Namun MI tak juga patuh. Akhirnya EW sendiri yang menjemput MI dan menariknya keluar dari lokasi rental game online.

“Dia melakukan kekerasan fisik terhadap MI,” kata Alfian. Tersangka memukul korban dua kali dengan tangan kiri, sekali dengan tangan kanan, dan menendang korban mengenai paha dan perut korban.

“EW kesal terhadap sang anak yang selama ini tidak patuh. Nasihat tidak dilaksanakan, sehingga muncul amarah. Tersangka melihat anak ini kecanduan game online yang membutuhkan materi dan selalu mengambil uang tanpa sepengetahuan orang tua, dan pernah mencuri HP. Korban mengambil uang di dompet Rp 100 ribu untuk membeli pulsa,” kata Alfian.

MI dibawa ke rumah EW di Sukorambi dan diikat dengan borgol kecil dan besar. “Karena malu dan risih dilihat publik, tersangka menyembunyikan MI di kandang ayam. Korban diikat dengan tali ban yang panjang. Jari jempol kiri diborgol. Pergelangan kaki kanan juga diborgol dengan borgol besar,” kata Alfian. Tak cukup itu, MI juga ditelanjangi.

Namun MI bisa melarikan diri setelah menemukan korek gas di dalam kandang. Korek gas ini digunakan untuk membakar tali ban dan ia memanjat ke lubang ventilasi setinggi tiga meter.

Lolos dari sekapan, MI menemui tetangga bernama Baidi. Baidi kemudian memberikan baju kepada MI dan melaporkan hal ini ke Koramil dan Polsek Sukorambi. Kini EW kembali mendekam di sel polisi. Ia terancam hukuman penjara lima tahun. Istri baru EW atau ibu tiri MI tidak terlibat sama sekali dalam kasus ini. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar