Hukum & Kriminal

Warga Ini Demo Tunggal di Depan Mapolres Jember Soal Laporan Video Mesum

Jember (beritajatim.com) – Sudarsono, salah satu warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, berunjuk rasa sendirian di depan markas kepolisian setempat, Rabu (9/10/2019).

Sudarsono duduk di kursi dan membawa payung hitam sembari berorasi. Ia mendesak agar polisi tidak menghentikan penanganan laporan dugaan asusila yang dilakukan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Jember Adi Setiawan.

“Saya mendesak polisi menindaklanjuti laporan kami atas dugaan kasus pengiriman konten (video) porno yang diduga dari Direktur PDAM Jember terhadap salah satu staf perempuan Dinas Pendidikan (berinisial D),” kata Sudarsono.

Kasus ini sudah dilaporkan dan sudah ditangani polisi. “Proses berjalan, tiba-tiba tidak jelas nasibnya. Kami minta kejelasan dan ingin ini ditindaklanjuti sampai tuntas,” kata Sudarsono.

Berdasarkan data beritajatim.com, Adi Setiawan sempat menjalani pemeriksaan polisi pada 9 April 2019 sebagai saksi. Polisi memberikan 12 pertanyaan kepada Adi selama dua jam. “Pemeriksaan sudah kami lakukan. Intinya, terlapor kami klarifikasi dan menyatakan pernah berkomunikasi dengan korban, tapi hanya masalah internal terkait pegawai PDAM. Nanti akan kami dalami lagi,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Jember Ajun Komisaris Yadwivana Jumbo Qantas saat itu.

Sudarsono menagih penyelesaian kasus ini. “Menurut saya ini sudah memenuhi unsur. Ini sangat terbuka untuk pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Sudarsono siap menggelar aksi setiap Rabu hingga kasus ini diselesaikan. “Kalau kasus ini sampai betul-betul macet, kami akan melakukan aksi Reboan di depan kantor Mapolres Jember,” katanya.

Sudarsono ditemui Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal di ruang utama kantornya. Dalam pertemuan itu, Alfian menyatakan siap membantu Sudarsono. “Kasihkan datanya. Insya Allah nanti penyidik yang menangani ini akan saya panggil,” katanya. Ia berjanji akan mempelajari dan menganalisis kasus ini.

Adi Setiawan pernah mengklarifikasi laporan Sudarsono ini dan ditayangkan beritajatim.com pada Senin, 18 Maret 2019 dalam Dirut PDAM Jember Bicara Blak-Blakan Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Ia mengaku tidak mengenal D. Namun ia mendapat informasi dari salah satu pegawainya bahwa D memiliki hubungan asmara dengan R, salah satu keluarga besar PDAM yang sudah berumah tangga.

Adi kemudian menangani persoalan ini dan mulai berkomunikasi dengan D melalui percakapan WhatsApp. “Saya nyatakan tidak ada konten video apapun yang saya berikan atau saya kirimkan kepada akun tersebut,” katanya.

Namun Adi saat itu menyatakan, tidak akan menuntut balik Sudarsono. “Atas petunjuk beberapa tokoh, terutama tokoh keagamaan: ‘biarkan saja Pak Adi, apa yang disampaikan dia. Pak Adi sudah cukup mengklarifikasi’. Insya Allah saya akan buktikan dalam proses penyelidikan yang sudah mulai dilakukan Polres Jember,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar