Hukum & Kriminal

Wakapolda: Korban Miras Selama Tahun Baru Berjumlah 5 Orang

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto (tengah). Bersama Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Jajaran Forpimda Memusnahkan Miras Hasil Operasi Lilin Semeru 2018

Gresik (beritajatim.com) – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto menyatakan korban akibat minuman keras (Miras) selama tahun baru ada 5 orang. Dari jumlah itu, sebagian besar didominasi dari kalangan anak muda. Padahal, anggotanya sudah mengawalinya dengan melakukan operasi miras namun masih kecolongan juga.

“Selama tahun baru korban akibat miras ada 5 orang. Karena itu, terkait dengan kasus ini pihaknya secara tegas memproses hukum para pelaku,” ujarnya di sela-sela Pemusnahan Barang Bukti Operasi Lilin Semeru 2018 di Polres Gresik, Selasa (8/01/2019).

Lebih lanjut Brigjen Pol Toni Hermanto mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya korban miras. Lebih miris lagi ada korban yang masih berusia 16 tahun. Ini membuktikan bahwa generasi muda masih sangat rentan terhadap penyalahgunaan miras. Untuk itu, para pelaku baik itu pengedar maupun yang menyediakan miras harus dihukum tegas. “Pelaku dan yang menyediakan miras harus dihukum tegas sebab hal ini menyangkut masalah nyawa,” paparnya.

Sebelumnya, Polres Gresik telah menetapkan satu tersangka terkait kasus miras yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia. Tersangka Iswanto (40), asal Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik dijerat dengan pasal 2014 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sedangkan keempat korban yang meninggal dunia akibat miras diantaranya NM (17) warga asal Kebomas, Gresik meninggal di RS Fatma Medika. Selanjutnya, ZD (16) asal Kecamatan Bungah, Gresik meninggal di RSUD Ibnu Sina. ARF (40) asal Kecamatan Bungah, Gresik meninggal di RSUD Ibnu Sina Gresik, dan MKH (31) asal Kecamatan Bungah, meninggal di RS Fatma Medika. Semua korban itu, meninggal setelah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar