Hukum & Kriminal

Wajahnya Polos tapi Sudah Curi Motor 23 Kali

Khoirul Anam pelaku aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

Surabaya (beritajatim.com) – Ternyata di balik wajah polos, Khoirul Anam (23) mempunyai kemampuan dalam aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang handal. Aksi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Terbukti, kepada polisi, dia mengakui kalau dalam aksi curanmor telah dilakukan sebanyak 23 kali dengan TKP 6 lokasi. Pemuda bujang dan pengganguran itu diamankan Satuan Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya, diamankan rumahnya di Jalan Tambak Wedi, Surabaya.

“Sebanyak 8 kali di wilayah Sukolilo, 4 kali di wilayah Mulyorejo dan Kenjeran, 3 kali di wilayah Gubeng, dan 2 kali di wilayah Tambaksari dan Simokerto,” kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Senin (11/2/2019).

Dalam aksi kejahatannya, Khoirul yang sebagai pemantau situasi lokasi tak sendirian. Melainkan bersama rekannya berinisial HA, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kini anggota sedang memburu rekannya sama penadahnya, yakni inisial JN,” tambahnya.

Terungkapnya pelaku ini, Bima menjelaskan, ketika kedua pelaku melakukan pencurian sepeda motor honda scopy nopol P-6733-KH milik Titin Eka (23) mahasiswa tinggal di Jalan Lebak Jaya 2A No.54 Surabaya.

“Karena rumah korban itu terdapat kamera CCTV, sehingga kita mulai melakukan identifikasi dan Alhamdulillah kita mendapatkan salah satu dari mereka,” jelasnya.

Sedangkan dalam modus operandi, kedua pelaku adalah dengan menggendarai sepeda motor, berkeliling mencari sasaran. Tersangka HR sebagai joki alias yang menyetir, sekaligus eksekutornya dengan merusak pagar dan lubang kunci motor curian.

Setelah mendapat sasarannya, tersangka HR membawa kabur kendaraan curian tersebut, sedangkan tersangka Khoirul yang diamankan polisi, mengendarai motor yang dipakai untuk sarana.

Dalam pengakuannya Khoirul, motor curian tersebut dijual kepada JN yang ada di Madura, dengan harga antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta. Lalu hasil penjualan motor, digunakan oleh tersangka untuk berfoya foya.

“Hasilnya ya saya buat ke tempat hiburan,” katanya. [gil/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar