Hukum & Kriminal

Vonis Ringan, JPU Ajukan Banding Perkara Korupsi Kades Sukosewu


Bojonegoro (beritajatim.com)
– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro mengajukan banding menanggapi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya yang memvonis Kepala Desa Sukosewu nonaktif, Wiwik Pujiningsih.

Sesuai dengan amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tipikor Surabaya, Rochmad terdakwa Wiwik divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun, dengan denda Rp50 juta subsider pidana kurungan selama dua bulan. Serta mengembalikan uang pengganti Rp329 juta.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan JPU. JPU sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara selama lima tahun dengan denda Rp500 juta subsider pidana kurungan selama tiga bulan. Dan uang pengganti sebesar Rp329 juta subsider pidana penjara satu tahun tiga bulan.

Menanggapi putusan Majelis Hakim, JPU kemudian mengajukan banding. “Iya, banding,” ujar Kasi Pidana Khusus, Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan, Selasa (16/4/2019).

Terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan menerima putusan Majelis Hakim. Hal itu, menurut Mansyur sesuai dengan pembelaan yang diajukan pada persidangan sebelumnya, bahwa tuntutan JPU khususnya Pasal 2 UU Tipikor yang dinilai kurang tepat karena subjek hukum bersifat umum.

“Ini bentuk apresiasi majelis hakim terhadap nota pembelaan yang kami lakukan. Seharusnya pakai Pasal 3 UU Tipikor yang mana subjek hukum secara khusus pejabat,” ujar Mansyur. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar