Hukum & Kriminal

Viral Video Siswi Berjoget Diduga Mabuk di Cafe Mojosari Mojokerto

Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Mojosari Mojokerto dibuat terkejut dengan sebuah video yang di upload di salah satu grup media sosial (medsos) Facebook (FB), Info Lantas Mojosari (ILM).

Video seorang siswi SMA diduga mabuk berjoget di sebuah cafe di kawasan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Video tersebut di uploud pertama kali oleh akun Tamz Rere pada, Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 21.54 Wib dengan caption ‘Sing viral Lurrr’ ditambah dengan emoticon ketawa. Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, dengan mata terpejam dan sempoyongan berjoget mengikuti iringan musik.

Siswi SMA tersebut masih mengenakan seragam warna biru muda lengan panjang dan rok warna biru. Sementara seragam bagian atas terlihat basah dengan rambut berantakan. Dalam video tersebut juga nampak satu siswi dengan seragam yang sama berada di belakang.

Siswi tersebut memberikan semangat temannya yang diduga mabuk berat.
“Eee e e e a,” ucap siswi yang dibelakang sambil memegang sebatang rokok.

Hingga Kamis (5/12/2019) pukul 11.40 WIB, postingan video di salah satu grup FB tersebut sudah mendapatkan 125 komentar, 216 disukai. Tak hanya di upload di salah satu grup FB, video tersebut juga tersebar di pesan WhatsApp (WA). Melihat seragam yang dikenakan, diduga siswi salah satu SMA di Mojokerto.

Pihak kepolisian langsung turun ke cafe yang berada di Jalan Raya Mojosari-Pacet tersebut.

Anggota Polsek Mojosari langsung ke lokasi setelah mengetahui adanya video viral seorang siswi salah satu SMA di Mojokerto tersebut berjoget diduga mabuk tersebut. Tak hanya memeriksa barang-barang yang ada di cafe, pemilik cafe dibawa ke Polsek Mojosari untuk diperiksa.

Salah satu karyawan cafe, Nur Kholis membenarkan, jika pihak kepolisian sudah datang dan membawa pemilik cafe untuk dimintai keterangan. “Iya tadi, ada polisi kesini. Pemilik dibawa ke Polsek Mojosari,” ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Masih kata Nur, cafe tersebut berdiri sejak tahun 2016 lalu, namun sejak setahun lalu buka selama 24 jam. Namun cafe tidak menyediakan minuman keras (miras). Nur menambahkan, jika biasanya pengunjung membawa miras sendiri yang dibeli dari luar.

“Tidak jual minuman (miras) di sini, biasanya beli di luar dan diminum di sini. Diperbolehkan sama pemilik, saya tidak tahu kenapa. Saya hanya karyawan. Yang sering, biasanya pas malam hari. Banyak yang ke sini, minum. Kalau yang di video itu, saya tidak kenal,” katanya.

Nur menjelaskan, ia mengetahui adanya video viral tersebut dan membenarkan dilakukan di cafe tersebut. Sementara beberapa botol miras yang di panjang di tembok cafe, lanjut Nur, merupakan bekas pengunjung yang membawa dan diminum di cafe tersebut.

“Itu hanya pajangan, pengunjung habis minum. Sayang dibuang jadi dipajang. Kalau yang siswi itu, saya tidak kenal dan apa sering kesini, saya tidak tahu. Karena yang jaga di sini ada tiga orang karyawan, tiap minggu rolling dua kali jadi saya tidak hafal,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito mengatakan, pihaknya sudah mendatangi cafe tersebut. “Kita langsung razia ke cafe tersebut, hasilnya belum didapatkan untuk barang bukti miras tidak ada. Informasi, miras tersebut dibeli di luar wilayah Mojosari,” jelasnya.

Masih kata Kapolsek, meski begitu pihaknya akan melakukan razia para pelajar yang nongkrong di cafe yang ada di wilayah Mojosari saat jam pelajaran berlangsung. Pihaknya juga akan melakukan razia penjual miras yang ada di wilayah Mojosari.

“Terutama cafe yang ada di Mojosari. Sementara belum (pelaku yang menyebarkan video di medsos), kita juga akan koordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto terkait yang mem viralkan video tersebut. Kita juga minta keterangan pemilik cafe, terkait seberapa sering pengunjung minum miras disitu, sekarangmasih diperiksa,” tambahnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar