Hukum & Kriminal

Usia Produktif Masih Dominasi Laka Lantas di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Secara kuantitatif jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) selama semester pertama 2019 di Gresik mengalami penurunan enam persen. Dari 325 kejadian pada Januari hingga Juni 2018 menjadi 306 kejadian dengan periode yang sama.

Sementara korban meninggal dunia, akibat kecelakaan di jalan raya juga mengalami penurunan 24 persen. Dari
98 orang pada semester pertama tahun lalu menjadi 74 orang di semester pertama tahun ini. Dari total semua itu, tren kelompok usia produktif masih mendominasi. Baik itu menjadi korban maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Gresik.

Berdasarkan catatan Satlantas Polres Gresik, selama semester pertama 2019, kelompok usia produktif umur 16 hingga 30 tahun yang menjadi korban laka mencapai 186 orang. Jumlah tersebut dibanding 2018 dengan periode yang sama yang mencapai 210 orang, atau turun 15 persen.

Sementara untuk data laka kelompok usia produktif antara umur 26 hingga 30 tahun selama semester pertama 2019 ada 77 orang. Jumlah itu, mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Dimana, korban laka usia produktif mencapai 33 orang.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto mengatakan, kelompok usia produktif mendominasi korban laka lantas, serta kecelakaan di jalan raya. “Tren kejadian laka lantas selama semester pertama ada penurunan enam persen. Dari 325 kejadian pada tahun lalu. Turun menjadi 306 kejadian,” ujarnya, Kamis (4/7/2019).

Wikha menjelaskan, kendati ada penurunan kejadian kecelakaan di jalan raya. Namun, kelompok usia produktif masih mendominasi menjadi korban, serta kecelakaan di jalan. Untuk itu, pihaknya terus melibatkan kalangan tersebut dengan harapan generasi millenial bisa tergugah untuk memiliki kesadaran berlalu lintas. Sehingga, tidak melanggar peraturan lalu lintas.

Ia menyebutkan ada beberapa pelanggaran yang kerap dilakukan para pengendara pada kelompok usia produktif. Misalnya, berkendara tidak memperhatikan kecepatan, tidak mengenakan helm berstandar SNI, dan tidak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas.

“Semua pelanggaran tersebut biasanya dipicu para pengendara kelompok usia muda saat berkendara di jalan raya,” ungkap Wikha.

Wikha menambahkan, jika diperinci lagi masih terkait dengan usia kelompok produktif. Profesi karyawan swasta menempati urutan pertama yang menjadi korban kecelakaan meski selama semester pertama tahun 2019 mengalami penurunan 6 persen.

“Semester pertama tahun ini ada 379 korban. Jika dibanding tahun lalu periode yang sama ada 405 korban, atau turun enam persen,” paparnya.

Sementara untuk jumlah kendaraan bermotor yang terlibat. Semester pertama tahun lalu ada 446 unit motor. Sedangkan tahun ini 400 unit motor turun 10 persen. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar