Hukum & Kriminal

Unit Harda Satreskrim Polresta Sidoarjo Tangkap ‘Semut’ Dapat ‘Gajah’

Sidoarjo (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan Rico Dwi Aprildo (27) warga Perum TNI AL F1/36 RT 24 RW 06 Desa Kedungkendo Kec. Candi dan Aris Tri Rahmanto (33) warga Dusun Mireng RT 01 RW 03 Desa Sumberagung Kec. Megaluh Kab. Jombang. Keduanya adalah pelaku penggelapan dan spesialis penadah puluhan kendaraan jenis mobil dan motor diduga hasil penggelapan.

Mulanya Unit Harda (harta dan benda) Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap RDA yang membawa lari dan menjual motor Honda Revo warna hitam no.Pol W 5585 VM milik Yusandria Lanacitra (52) warga Perum Jenggolo Asri M-4 RT 02 RW 08 Kec. Buduran

Motor korban dipinjam oleh RDA dari DZ anak korban saat berjualan di depan SDN Pucang Sidoarjo. Setelahnya motor tidak dikembalikan, korban pun lapor ke Polresta Sidoarjo. Anggota Reskrim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku saat melintas di Jalan Layang Jenggolo Sidoarjo.

Dari penangkapan Rico, petugas mengantongi nama penadah motor curian tersebut, yakni Aris. “Motor Honda Revo yang dibawa tersangka Rico, dibeli Aris seharga Rp 1.7 juta,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, Rabu (7/8/2019).

Dari pengembangan kasus, tambah Ali, di rumah Aris, anggota menjumpai banyak motor dan mobil-mobil yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata mobil-mobil dan banyak motor yang ada, dibeli dengan harga di bawah standar.

“Mobil-mobil dan motor yang ada, tanpa dilengkapi surat-surat sah kendaraan. Dari kenyataan yang ada, Aris kami tetapkan sebagai tersangka penadah,” tegasnya.

Kanit Harda Satreskrim Polresta Sidoarjo Iptu Hari Siswanto menunjukkan barang bukti mobil dan motor modus gadai dari tangan tersangka Aris.

Pengakuan tersangka Aris, dirinya sudah menjalankan bisnisnya sudah 2 tahun. Ia juga tidak ingat berapa jumlah mobil dan motor yang masuk ke rumahnya dengan modus gadai tersebut. “Jumlah mobil dan motor yang pernah digadaikan ke saya, saya tidak ingat,” aku pria yang diancam Pasal 480 KUHP tersebut.

Dalam kasus ini, polisi menyita satu unit mobil Honda Brio warna Hijau metalik no. Pol. N 1895 VI Noka MRHDD2860CP312333 Nosin L13Z51205479 beserta satu lembar STNK atas nama Anik Amah dan satu unit mobil Toyota Avanza warna Putih no. Pol. L 1158 QD.

Selain itu, Unit Harda juga menyita satu buah BPKB asli No : K-05110633 atas nama pemilik Kikin Dwi Lestari nopol kendaraan W 5585 VW merek Honda type NF11B2D1M/T tahun pembuatan 2013, satu lembar bukti pembayaran pajak daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ No : 7233823 tahun 2013.

Satu unit sepeda motor Honda Revo Fit warna hitam tanpa Nopol, satu unit sepeda motor Honda Vario warna Merah no. Pol. W 6254 XI Noka MH1JM4117KK366594 Nosin JM41E1366308, satu unit sepeda motor Honda Beat warna Putih no. Pol. L 5167 CV Noka MH1JF5126BK158344, satu unit sepeda motor Honda Beat warna Hitam no. Pol. N 3482 ZV Noka MH1JF5120BK064508.

Satu lembar STNK sepeda motor Honda Beat type NC11B 3C AT no. Pol. N 3482 ZV Noka MH1JF5120BK064508 Nosin JF51E2060447 atas nama Ahmad Sugiyanto dan satu unit sepeda motor Honda Blade warna Hitam tanpa no. Pol. Noka MH1JBJ115DK010765, juga disita sebagai barang bukti petugas. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar