Hukum & Kriminal

Tuntutan Belum Siap, Sidang Bos CV Morodadi Ditunda

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang perkara tindak pidana ketenagakerjaan yang mendudukkan
Daniel Kurniawan Liem selaku bos dari CV Morodadi jalan Sidotopo wetan 232a Surabaya ditunda lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neldy belum siap dengan tuntutannya.

Daniel yang didakwa melanggar pasal 90 ayat 1 junkto pasal 185 ayat 1 sejatinya akan menjalani sidang dengan agnda tuntutan.

“Belum siap tuntutan,” ucap Neldy saat dikonfirmasi usai persidangan.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neldy Denny dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya disebutkab bahwa, terdakwa membayar upah lebih rendah dari upah minimum.

Diuraikan juga dalam surat dakwaan, pada periode tahun 2014 para pekerja CV. Morodadi yang berjumlah sekitar 50 orang pekerja, yang bekerja dari setiap hari Senin sampai dengan Kamis dengan jam kerja dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB dan mempunyai waktu istirahat selama 1 jam dengan upah Rp. 55.000,-/hari, sehingga jika ditotal setiap bulan hanya menerima upah ± Rp. 800.000, yang mana upah diterima para saksi tidak sesuai dengan ketentuan upah minimum Kota Surabaya yang diatur oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur untuk tahun 2014 Nomor 78 tahun 2013 Tentang Upah minimum Kabupaten / Kota di Jawa Timur tahun 2014 sebesar Rp. 2.200.000. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar