Hukum & Kriminal

Transaksi Pil Koplo, Pemuda Pengangguran ini Dibui

Gresik (beritajatim.com)- Tersangka M.Arif Iskandar (23) pemuda pengangguran yang berjualan pil koplo tidak bisa berkutik saat kepergok bertransaksi barang haram.

Warga asal Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Gresik itu sudah setahun menggeluti usaha gelap tersebut. Hasilnya, keuntungannya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tak tanggung-tanggung setiap kali Arif menjual pil berlogo LL mencapai ribuan butir. Dia mengambil barang tersebut dari wilayah Sidoarjo. Setiap kali pengambilan sebanyak 2000 butir. Kemudian, dikemas menjadi ratusan plastik. Dan dijual kepada pembeli.

Namun, usaha yang geluti itu akhirnya terbongkar. Arif ditangkap polisi di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Dia ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami mengamankan tersangka ketika hendak melakukan transaksi kepada pembeli,” kata Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan, Kamis (9/05/2019).

Bripka Yudi menjelaskan, saat mengamankan tersangka dan dilakukan penggeledahan. Ditemukan sebanyak 1220 butir pil koplo yang dikemas dalam 122 plastik. Barang tersebut disimpang di dalam tas pinggang milik tersangka.

“Tidak ada perlawanan saat kami amankan. Tersangka mengaku barang dari Sidoarjo dan sudah berlangsung setahun. Hasilnya untuk mencukupi hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Yudi mengatakan, terbongkarnya peredaran koplo itu berkat informasi dari masyarakat. Bahwa ada dugaan transaksi pil koplo di lokasi tersebut. Setelah diselidiki, terdapat seorang pemuda yang dicurigai. “Setelah kami amankan ternyata betul. Tersangka siap mengedarkan pil koplo,” tuturnya.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan. Namun, tersangka sudah dijebloskan ke dalam penjara. Barang bukti juga telah disita.

“Tersangka dijerat dengan pasal 196 dan atau 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” pungkasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 112 plastik. Masing-masing berisi 10 butir. Uang tunai Rp 406 ribu. Kemudian, satu unit sepeda motor Suzuki Satria nopol W 3476 dan satu unit ponsel. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar