Hukum & Kriminal

Tipu 69 Orang, Abah Fattah Surabaya Ini Nginap di Mapolresta Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – H. Mochammad Fattah (27), warga Plemahan XI No. 33 RT 06 RW 09, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya harus menginap di Mapolresta Sidoarjo.

Kenapa? Abah Fatah diduga kuat melakukan penipuan investasi tanah yang berada di kawasan Sedati.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo mengatakan, penangkapan tersangka itu bermula dari adanya laporan masyarakat. Setelah penyelidikan, tersangka diduga kuat melakukan penipuan. “Tersangka langsung kami tangkap,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Ali mengungkapkan, modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka terjadi pada tahun 2015 silam. Tersangka menjual perumahan The Mustika Garden yang terletak di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang dikembangkan oleh PT Alisa Zola Sejahtera.

Di lokasi itu, pelaku sudah memasang sepanduk bahwa akan dibangun perumahan dan menyebarkan brosur. Dalam brosur tersebut, tertera penjualan unit rumah murah seharga Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, dan uang muka dapat diangsur selama dua tahun serta segera dibangun apabila uang muka lunas.

Namun sampai saat ini, tanah seluas 2,9 hektare tersebut masih berbentuk persawahan. “Ada 69 korban. Uang mukanya bervariasi. Antara Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, semua hampir lunas. Tapi hingga saat ini belum ada bangunan sama sekali. Bahkan lokasinya masih berbentuk tanah,” jelas Ali.

Hasil penipuan dan penggelapan dari 69 korban itu, tersangka mendapat keuntungan senilai kurang lebih Rp 7 miliar. Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa uangnya tersebut habis. “Pengakuannya untuk perizinan dan operasional lainnya. Tapi itu hanya alasannya saja, karena tidak masuk akal,” tukas Ali.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaanya bukan karena kejahatan, diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar