Hukum & Kriminal

Tilep Motor Teman, Bagong Kabur ke Kalimantan

Malang (beritajatim.com) – Setelah buron tiga bulan lamanya, pelaku penggelapan kemdaraan roda dua akhirnya tertangkap Unit Reskrim Polsek Gondanglegi.

Tersangka atas nama Dian Isworo alias Bagong (38), warga Jalan Semeru Selatan, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini, ditangkap petugas karena menjual motor milik temanya sendiri Firman Fahmi Alami (26), warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Tersangka ditangkap di sekitar jalan raya Pakisaji.

“Ketika kami tangkap, tersangka tanpa melakukan perlawanan. Barang bukti yang kami amankan, sepeda motor Honda Scoopy N-5756-EEO,” ujar Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani, Sabtu (12/1/2019).

Peristiwa penggelapan sepeda motor ini terjadi pada 21 September 2018 lalu. Kejadiannya di rumah kontrakan korban di Kampung Sawo, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.

Ceritanya, korban menawarkan sepeda motornya kepada tersangka. Alasannya karena butuh uang. Korban menjual motor lewat perantara tersangka, karena Bagong mengaku bekerja sebagai karyawan salah satu leasing.

Selanjutnya, tersangka datang ke rumah korban pada hari itu. Ia mengatakan pada korban kalau kakaknya bersedia membeli. Namun tersangka meminta membawa motornya lebih dulu untuk ditunjukkan pada kakaknya.

Tak curiga, korban menyerahkan motornya. Tersangka menjanjikan esok harinya, akan dilakukan pelunasan pembayaran, dengan mengajak korban ke kantor Adira. Alasannya lantaran motor ada penunggakan kredit.

Oleh tersangka motor dijual kepada orang lain. Uang hasil penjualan tidak diserahkan pada korban, melainkan dinikmatinya sendiri.

Korban yang menyadari kalau dirinya menjadi korban penggelapan, akhirnya melaporkannya ke polisi. Berdasarkan laporan itulah polisi lantas mencari keberadaan tersangka, hingga berhasil menangkapnya Sabtu kemarin.

“Selama tiga bulan ini, saya kabur ke Kalimantan. Saya takut setelah mengetahui dilaporkan polisi. Uang hasil penjualan motor, habis untuk biaya hidup selama di Kalimantan,” kata Bagong. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar