Hukum & Kriminal

Tiga Tersangka Kasus Kejahatan Pangan Ditangkap Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) -Tiga orang tersangka berhasil diamankan dalam kasus kejahatan pangan yakni praktik perdagangan benih jagung hibrida yang disubdsidi pemerintah, di Kediri dan Jember.

Tiga orang tersebut diamankan Subdit Indagsi Ditereskrimsus Polda Jatim, mereka adalah Bayu, Afandi serta Rozi. Ketiganya diamankan petugas kepolisian, lantaran nekad menjual benih jagung hibrida yang semestinya tidak untuk diperdagangkan.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan yang juga selaku Kepala Satgas Pangan Jawa Timur menyampaikan, ungkap kasus yang masuk dalam kejahatan pangan tersebut dibongkar jajarannya sekitar Bulan April 2019 lalu.

“Dan telah kita amankan barang bukti sebanyak 1060 kilogram daripada jagung subsidi yang telah diperjualbelikan para pelaku,” tandas Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Kamis (2/5/2019).

Para pelaku kedapatan menjual benih jagung sibsidi kepada masyarakat dengan harga hingga Rp40 ribu per kilogram. Padahal, benih tersebut semestinya dihibahkan khusus bagi para petani secara cuma-cuma alias gratis melalui program pemerintah. Aksi ini, diketahui sudah berlangsung selama empat bulan.

Tak hanya menjual, mereka juga mengemas ulang benih jagung varietas 228 yang diketahui berkualitas rendah kedalam kemasan benih jagung varietas 18 yang dikenal lebih baik.

“Tujuannya supaya bisnis yang dijalankan para tersangka menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Para pelaku merubah kemasan, dan kemudian menjual kepada masyarakat dimana barang-barang ini (seolah-olah) berkualitas baik dijual dengan harga murah,” singkat Yusep.

Masih kata Yusep, petugas kepolisian dan Satgas Pangan serius membongkar praktik perdagangan benih jagung bersubsidi. Karena hal tersebut berpengaruh pada harga pangan yang lain, seperti telur dan daging unggas di pasaran.

“Apalagi menjelang Bulan Ramadan dan Lebaran ini,” ucapnya. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar