Hukum & Kriminal

Tetapkan Status Tersangka, Polres Mojokerto Akan Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Santri

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto : musti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Menindaklanjuti laporan polisi kaitannya dengan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan salah satu santri di Mojokerto meninggal dunia, Satreskrim Polres Mojokerto melakukan sejumlah langkah. Diantaranya pemeriksaan saksi dan otopsi, polisi juga akan melakukan gelar perkara.

“Ada 4 orang saksi diminta keterangan, kita juga sudah melakukan otopsi, visum di RS Bhayangkara Porong tadi malam. Langkah selanjutnya kita akan melakukan gelar perkara untuk menemukan status dari terlapor,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery, Rabu (21/8/2019).

Masih kata Kasat, gelar perkara akan dilakukan Selasa siang ini. Pihaknya masih menunggu gelar perkara, 1×24 jam akan diputuskan sehingga belum ditetapkannya status tersangka. Sampai saat ini, pihaknya masih mengamankan satu orang terlapor.

“Belum (korban lain). Kita akan lihat hasil gelar perkara siang ini, 1×24 jam. Masih ditahan untuk dimintai keterangan (terlapor WN), untuk lain sebagainya akan kita sampaikan setelah gelar perkara. Luka akan menunggu otopsi tadi malam,” katanya.

Kasat menambahkan, termasuk luka yang dialami korban dan menyebabkan korban meninggalkan akan disampaikan setelah proses gelar perkara selesai digelar. Jenazah korban sendiri masih berada di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar