Hukum & Kriminal

Tersangka Penambang Pasir Liar Kediri Cabut Gugatan Pra Peradilan

Kediri (beritajatim.com) – Tersangka kasus penambangan pasir dan batu (sirtu) ilegal M. Husaini mencabut gugatan pra peradilan terhadap Polres Kediri. Belum diketahui motiv pencabutan gugatan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tersebut, namun diduga karena salah alamat karena menggugat Pemerintah Republik Indonesia.

Untuk diketahui, M. Husaini melalui kuasa hukumnya M. Nasikul K. Abadi menggugat pra peradilan Polres Kediri, karena telah menetapkan tersangka terhadap pria asal , warga Dusun Suwaru, Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri itu.

Dalam memori gugatannya, tersangka menyebut pihak-pihak termohon gugatan antara lain, Pemerintah RI C.q (yang diduga salah alamat), Kepala Kepolisian Republik Indonesia C.q Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur C.q Kepala Kepolisian Resort Kediri yang berlamat di Jalan Panglima Besar Sudirman No. 56 Pare Kabupaten Kediri.

Sidang gugatan pra peradilan sendiri dipimpin oleh Majelis Hakim, Fahmi, SH di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Dalam sidang berjalan singkat, kurang dari 15 menit ini dihadiri kuasa hukum kedua belah pihak.

Majelis hakim hanya membacakan permintaan kuasa hukum pemohon gugatan atas pencabutan gugatan pra peradilan tersebut. “Kuasa pemohon akan melakukan pencabutan secara tertulis, apakah termohon sepakat. Jika sepakat berarti termohon tidak masalah jika kasus praperadilan ini dicabut,” kata Fahmi.

Terpisah, Kaur Bankum Polres Kediri Marzuki, selaku kuasa termohon mengaku, akan mengikuti prosedur acara sidang di pengadilan. Pihaknya juga sudah menyerahkan semua perkara itu kepada hakim yang mengadili. “Sesuai kapasitas termohon, kami hanya akan melengkapi apa yang menjadi kewajiban kami untuk menjawab semua materi-materi pemohon. Untuk pencabutan ini kita minta secara tertulis,” ujarnya.

Marzuki menegaskan, pada dasarnya menyetujui jalannya persidangan. “Pencabutan ini kami menyetujui ya nanti terserah bapak hakim untuk memutuskan apakah tetap dilanjutkan sidangnya dicabut atau langsung penetapan kami serahkan pada hakim,” tegasnya.

Setelah kedua belah sepakat atas pencabutan itu, majelis hakim memberikan waktu kepada pemohon untuk mempersiapkan dokumen pencabutan tertulis.

Untuk diketahui, M. Husaini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kediri atas dugaan tindak pidana penambangan tanpa izin. Ia dilaporkan oleh CV Adhi Djojo Kediri karena sudah melakukan penambangan tanpa ijin di lahan miliknya di Kunjang Kabupaten Kediri.

Akibat perbuatannya, M. Husaini dikenakan Pasal 158 Undang-Undang RI nomor 4 tahun 2003 tentang Minerba. Pihak kepolisian mengamankan alat berat sebagai barang bukti kasus penambangan liar yang dilakukan tersangka. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar