Hukum & Kriminal

Tersangka Muncikari Online Dilimpahkan ke Kejari Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidikan kasus prostitusi online di Kabupaten Bojonegoro memasuki tahap baru. Tersangka satu orang muncikari dan barang bukti dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro oleh oleh penyidik Polres setempat, Rabu (6/3/2019).

Kasi Intel Kejari Bojonegoro, Syaiful Anam mengatakan, setelah pelimpahan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres, pihaknya akan segera menunjuk JPUuntuk menyusun surat dakwaan. “Setelah pelimpahan tahap dua ini kami punya waktu selama 50 hari sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro untuk disidangkan,” ujarnya.

Namun, lanjut Syaiful Anam, penyusunan surat dakwaan tersebut biasanya tidak lebih dari 20 hari. Sebab, pasal yang disangkakan biasanya sesuai dengan apa yang menjadi materi dakwaan. Dalam pelimpahan tahap dua ini, tersangka oleh JPU ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro.

Sekadar diketahui, kasus prostitusi online tersebut terungkap oleh Satreskrim Polres Bojonegoro pada Senin (7/1/2019) dengan mengamankan satu orang muncikari. Modus tersangka memperdagangkan atau menjual wanita untuk dipekerjakan sebagai PSK.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengungkapkan, prostitusi online yang berhasil diungkap tersebut merupakan jaringan yang menggunakan pesan WhatsApp sebagai media transaksi. Tersangka berinisial YN (42), warga Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. YN merupakan perempuan yang melakukan transaksi dengan cara menjual dan menawarkan perempuan berinisial YM (32) asal Kabupaten Bojonegoro kepada pelanggan.

Saat dilakukan penangkapan itu, YN menawarkan YM kepada lelaki berinisial BG asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro dengan harga Rp700 ribu. Setelah BG menyetujui penawaran harga yang dilakukan , kemudian YM dan BG bertemu di salah satu hotel yang ada di Jalan Veteran.

Tarif sebesar Rp 700 ribu tersebut dibagi dengan rincian Rp200 ribu untuk pesan kamar, Rp300 ribu untuk YM dan Rp200 ribu diambil tersangka. “Tersangka ini yang memesankan kamar dan transaksi harga. Salah satunya diketahui dari pemeriksaan barang bukti handphone milik tersangka dan billing hotel,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 296 KUHP. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar