Hukum & Kriminal

Tersangka Korupsi Dana Rehab Rumah Tak Layak Huni Bertambah

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Setelah juragan toko bangunan berinisial MRS, seorang wiraswastawan ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi dana rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) oleh Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur.

Wiraswastawan itu adalah warga Kecamatan Kaliwates, berinisial DLP. Ia menjadi pengatur nominal anggaran penerima barang dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Tahun 2017, masyarakat mengajukan rehab rumah tidak layak huni kepada bupati melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Jember. Sebanyak 195 orang menerima bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

“Uang yang masuk ke rekening pemilik toko MRS, seharusnya diberikan dalam bentuk hibah material sejumlah Rp 15 juta per orang kepada 195 penerima bantuan. Tapi diberikan tidak sebesar itu, ada nilai uang yang dibagi antara MRS dan DLP,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto, Selasa (10/9/2019).

DLP memiliki kedekatan dengan MRS. Kini DLP ditahan di Lembaga Permasyarakatan Jember. “Kalau dikatakan dalang bukan, tapi dia punya peran mengatur pendistribusian. MRS melaksanakan itu,” kata Agus.

Menurut Agus, dari penerima bantuan, ada yang mendapatkan hanya Rp 8 juta, Rp 10 juta, atau Rp 12 juta dari nominal total Rp 15 juta. “Bervariasi. Terkumpul sisa uang itu dibagi dengan MRS. Ada peran DLP yang mengatur ini,” katanya.

Jaksa sudah memanggil beberapa saksi berstatus PNS. “Masih ada kemungkinan terbuka untuk menetapkan tersangka lain, karena pihak-pihak bertanggung jawab tidak hanya dua ini. Yang punya peranan melakukan penyimpangan bisa lebih dari dua,” jelas Agus kepada wartawan. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar