Hukum & Kriminal

Apa Kabar Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan?

Para isteri tersangka saat mendatangi kejaksaan negeri Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Polda Jatim menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua) kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (22/8/2019).

Pelimpahan tahap dua ini merupakan tindak lanjut dari telah dinyatakan lengkapnya berkas perkara dalam kasus ini oleh Jaksa peneliti dari Kejati Jatim. “Iya hari ini tersangka dibawa ke Kejari Surabaya,” ujar Andry Ermawan Kuasa Hukum para tersangka, Kamis (22/8/2019).

Dalam tahap dua kali ini, pihak tersangka juga turut dihadiri oleh para isteri tersangka. “Mengawal suami saja mbak,” ujar isteri salah satu tersangka.

Sebelumnya, Markas Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura dibakar massa. Kobaran api mengakibatkan kantor polisi tersebut ludes terbakar. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Kantor Polsek Tambelangan. Mereka kemudian melempari kantor itu dengan batu.

Polisi berupaya menghalangi massa yang anarkis, namun tidak diindahkan. Perlahan, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas. Hingga akhirnya mereka melakukan pembakaran. Motif pembakaran tersebut dipicu hoax yang menyebutkan ada salah satu warga Madura yang ditangkap polisi saat aksi di Jakarta saat aksi 22 Mei lalu.

Setidaknya ada sembilan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Rahim, Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali dan Zainal. Kesemua tersangka berasal dari Sampang. Semuanya dijerat dengan Pasal berlapis seperti Pasal 200 KUHP tentang pengrusakan fasilitas umum, Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar