Hukum & Kriminal

Baku Hantam Caleg

Tersangka Bantah Gunakan Senjata Api

Surabaya (beritajatim.com) – Kuasa hukum Peter Susilo yakni Yafety Warowu membantah semua tuduhan yang disampaikan Rudy Wibowo bahwa adanya pemukulan dengan senjata api.

“Perlu kami sampaikan bahwa permasalahan selama ini muncul, yang selama ini hanya berita sepihak yang telah kami baca,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (30/4/2019).

Yafety menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wib, saat itu Rudy Wibowo bertamu di rumahnya Peter Sosilo. ” Yang namanya SOP dalam hal bertamu kan wajib melapor ke satpam. Tapi belum dipersilahkan masuk ke pagar ada persyaratan mengisi buku tamu dan meninggalkan tapi tidak menghiraukan. Bersama teman rambutnya gondrong, masuk di teras rumah,” ujarnya.

Setelah berhasil masuk, lanjut Yafet, Rudy dengan nada emosi menanyakan Peter yang lagi duduk di teras rumah dan ngopi bersama sekuriti membahas masalah ekspedisi, pekerjaan sehari-hari. “Saudara RW ini dipersilakan duduk, maka pada saat yang bersamaan terjadi komunikasi dengan Peter. Komunikasinya mengenai hasil suara di TPS, ” ujarnya.

Karena posisi Peter sebagai top 9 di partainya, maka dia pun bertanya pada Rudy TPS mana yang dia maksud. Namun oleh Rudy dijawab bukan urusan Peter. Kemudian, lanjut Yafety, terjadi cekcok antar keduanya sampai akhirnya Rudy mengeluarkan kata-kata kotor pada Peter.

“Langsung saudara Peter berdiri menuju RW. RW langsung meninju mata kanan PS. Sehingga mata kanan pak PS yang ditinju saat ini berair dan mengalami cacat. Setelah itu membabi buta, pak Peter itu diserang membabi buta. Tendangan pakai kaki juga, sampai kena kemaluannya,” tambahnya.

Keributan itu lantas dilerai oleh dua orang sekuriti. Sementara Peter mengambil alat yang digunakan untuk ngepel lantai guna menangkis serangan Rudy. “Saya tekankan disini, tidak ada senjata api. Hal itu bisa dilihat di CCTV bahwa memang tidak ada senjata api apalagi dibilang rencana pembunuhan. Ini sangat berlebihan,” ujar Yafety.

Sementara Vena Naftalia mengklaim bahwa apa yang disampaikan Peter melalui kuasa hukumnya sangat jauh dari fakta yang sebenarnya. Untuk itu, pihaknya meminta Peter untuk membuktikan apa yang diungkapkan. “Ya dibuktikan dong, jangan cuma ngomong,” ujar Vena.

Vena menambahkan, kalau memang Rudy yang melalukan pemukulan terlebih dahulu kenapa justru Peter yang memohon meminta maaf pada Rudy. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar