Hukum & Kriminal

Terkait Investasi Bodong, Polisi Usut TPPU dari Para Tersangka

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Subdit Indagsi Kriminal Khusus Polda Jatim selain mengusut perbuatan melawan hukum yang dilakukan para tersangka juga mengusut aliran Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam jumpa pers, Kamis (23/1/2020). Menurutnya, penyidikan terkait TPPU akan segera dilakukan mengingat untuk tindak pidana penipuannya sudah mencapai 80 persen.

” Penyidikan sudah 80 persen, dan akan segera dilakukan tahap satu,” ujar Kapolda.

Penyidik Subdit Indagsi Kriminal Khusus Polda Jatim terus mengembangkan kasus investasi bodong yang menggunakan aplikasi MeMiles ini. Selain itu, penyidik juga mendalami peran Ari Haryo Sigit (AHS) cucu mantan Presiden Soeharto di dalam strukut PT KAM And KAM.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan, dari keterangan saksi yang sudah tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) menyebutkan bahwa AHS adalah konsultan di PT KAM And KAM.

” Namun kita sedang mencari bukti secara administratif, sedang dicari bukti tertulis apakah AHS masuk dalam struktur dari PT KAM And KAM. Dan itu masih didalami,” ujar Kapolda, Kamis (23/1/2020).

Kapolda juga menyebut bahwa AHS juga menerima aliran dana dari PT KAM and KAM sebesar Rp 3 miliar sebagaimana bukti yang sudah didapat penyidik dari Bank. Aliran dana tersebut dipastikan bukan dari member. Dari hasil keterangan saksi bahwa aliran dana tersebut merupakan honor AHS sebagai konsultan. Dan AHS berjanji akan mengembalikan uang Rp 3 miliar tersebut.

Kapolda menyebut, untuk hari Senin akan ada lagi pengembalian aliran dana sebanyak Rp 3 miliar lebih.

Untuk hari ini, penyidik juga memeriksa saksi kunci inisial M. Dia adalah bagian keuangan PT KAM And KAM yang mengetahui keluar masuknya keuangan. Saat ini sedang dilkukan pendalaman untuk pemeriksaan.

” Dari saksi M bisa bertambah tersangka,” ujarnya. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar