Hukum & Kriminal

Tergiur Upah Rp 2 Juta dari Menantu, Petani Asal Madura Rela Jadi Kurir Sabu

Terdakwa Niatun (42) saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas kasus narkoba dengan baranh bukti dua kilo sabu-sabu, Rabu (8/1/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Akibat tergiur dengan upah sebesar Rp 2 juta yang dijanjikan sang menantu, petani asal Sokobanah, Sampang, Madura bernama Niatun (42) nekat menjadi kurir sabu seberat dua kilogram. Akibatnya, terdakwa dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dijelaskan JPU Ni Made Sri Astri Utami, Terdakwa mendapat barang haram tersebut dari menantu terdakwa bernama Timuna dari Malaysia melalui jasa ekspedisi.

“Terdakwa disuruh mengirim ke pemesan barang dan mendapat upah sebesar dua juta rupiah melalui transfer,”terang Jaksa Ni Made Sri Astri Utami, Rabu (8/1/2020).

Terpisah Muhammad Dawam selaku penasehat hukum terdakwa Niatun meminta polisi segera memburu menantu terdakwa dan seorang bandar bernama Salimun yang telah ditetapkan sebagai DPO.

Ia pun membantah klienya menerima upah sebesar Rp 2 juta yang disebut sebagai upah dari untuk mengirimkan paket sabu tersebut pada pemesannya.

“Segera itu ditangkap, karena terdakwa ini korban. Terdakwa ini pekerjaan sehari harinya sebagai petani dan nggak tau kalau barang yang dikirim itu isinya sabu, karena dipikir isinya pakaian,”pungkas Muhammad Dawam saat dikonfirmasi usai persidangan. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar