Hukum & Kriminal

Tergiur Penggandaan Uang, Warga Tulangan Kehilangan Rp 40 Juta dan 2 Motor

Sidoarjo (beritajatim.com) – Fredi Setyo Nugroho (46) warga Perum Grand Park Desa Taduk Kecamatan Jetis, Mojokerto, dijebloskan ke penjara Mapolsek Tulangan karena usai memperdayai Uud Wiyanti warga Perum Citpa Manunggal I No. 18, Surabaya, dengan modus bisa menggandakan uang.

Di rumah korban di Perumtas III  Blok D, Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan itu, tersangka mendapatkan uang puluhan juta rupiah dengan modus menipu.

Kanit Reserse Kriminal Polsek Tulangan, Ipda Sudarso mengatakan, kejadian itu bermula korban kenal pelaku melalui media sosial Facebook, dengan akun atas nama Maulana.

Setelah itu mereka lanjutkan dengan chat antara keduanya. Di situ, pelaku menawarkan jasa bisa dapat menggandakan uang.

Usai akrap di medsos, kemudian pelaku mendatangi rumah korban. Meminta uang sebesar Rp 50 juta sebagai mahar dan biaya ritual. Namun tidak dipenuhi semua oleh korban dan diberi uang sebesar Rp. 40 juta.

“Setelah berhasil membawa uang korban, beberapa hari pelaku menghilang entah ke mana. Tidak lama tiba-tiba pelaku kembali lagi, mendatangi rumah korban meminjam motor bebek Honda Vario Nopol L 6803 DW dengan dalih untuk ritual,” katanya, Senin (19/8/2019).

Dia menambahkan, setelah pinjam motor, korban menunggu selama 7 hari tidak ada ritual, pelaku datang kembali ke rumah korban meminjam motor bebek Yamaha Lexi Nopol L 4831 CJ dengan alasan motor yang pertama yang dipinjamnya itu rusak. “Tanpa disadari korban, kunci motor diserahkan pada pelaku,” lanjut Sudarso.

Masih kata Sudarso,  pelaku berhasil pergi dengan membawa dua unit kendaraan bermotor. Kemudian dihubungi oleh korban beberapa kali, dan handpone milik pelaku tidak aktif.

Sadar menjadi korban penipuan, dan pengelapan, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Tulangan. “Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil di tangkap tempat kost daerah Gresik,” tegasnya Sudarso.

Diungkapkan Sudarso, dalam menjalankan aksi kejahatannya pelaku ini selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Dari tangan tersangka yakni uang sebesar Rp. 300 ribu, 2 unit motor, 1 keris berukuran panjang 40 centimeter, 1 keris berukuran 10 centimeter, 3 buah handpone, dan boneka batara karang disita sebagai barang bukti, jelasnya

“Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipun dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun di penjara.

Tersangka Fredi Setyo Nugroho dihadapan penyidik mengakui, uang sebesar Rp. 40 juta itu, habis dipergunakan untuk menutupi hutang, membayar kontrak, mencukupi kebutuhan hidup. “Uangnya sisa tinggal Rp. 300 ribu,” akunya lirih. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar