Hukum & Kriminal

Terduga Teroris Asal Sampang Merantau Sejak 2010

Depan kantor Kecamatan Sreseh tak jauh dari rumah terduga teroris

Sampang (beritajatim.com) – Terduga teroris Hermawati (48) warga Dusun Labuhan, Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, telah mengenal jaringan teroris sejak 2014. Hal itu berdasarkan cerita Junaidi suami Hermawati kepada Miftahul Arifin Kepala Desa Sreseh.

Bahkan, menurut Miftahul Arifin, suami Hermawati sering berkeluh kesah atas perilaku istrinya yang beda pemahaman semenjak menikah di bawah tangan. “Junaidi dan Hermawati ini menikah di bawah tangan, memang mereka tidak sepaham. Bahkan, ceritanya antara suami istri ini beda tempat kost,” kata Miftahul Arifin, Kades Sreseh, Senin (21/10/2019) malam.

Miftahul Arifin juga menceritakan, Junaidi dan Hermawati meninggalkan kampung halamanya untuk mengadu nasib ke Sregan pada 2010. “Junaidi kemarin sempat pulang saat Idul Adha, tapi saya tegaskan Junaidi tidak terlibat aliran yang diyakini istrinya,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kasat Intel AKP Dani Parijono mewakili Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo membenarkan bahwa Hermawati terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 di Pokoh, Ngijo, Tasikmadu, Karang Anyar, Sabtu (19/10/2019), merupakan warga Dusun Labuhan Desa/Kecamatan Sereseh, Kabupaten Sampang.

“Sesuai penelusuran kami memang benar yang bersangkutan merupakan warga Sampang, penelusuran identitas terduga teroris itu dilakukan setelah kami menerima informasi jika ada warga Sampang yang ditangkap oleh Densus 88,” tandasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar