Hukum & Kriminal

Terdakwa Pembawa Bayi dalam Jok Motor Divonis 7 Tahun

Mojokerto (beritajatim.com) – Terdakwa kasus pembawa bayi dalam jok, Dimas Sabhra Listianto (21) dan Cicik Rocmatul Hidayati (21) divonis 7 tahun penjara. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hendra Hubarat ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua PN Mojokerto membacakan amar putusan. Keduanya terdakwa menyakinkan melawan hukum dan bersalah. Kedua terdakwa divonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 milyar subsider satu bulan penjara.

Vonis kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun. Pasalnya, dada persidangan sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Kholil Askohar mengaku cukup lega dengan vonis Ketua Majelis Hakim tersebut. “Kami masih pikir-pikir atas putusan 7 tahun penjara yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa, meski saya sendiri menyadari pasal yang diberikan ini berat,” ungkapnya.

Putusan Ketua Majelis Hakim dalam sidang kali ini, dinilai kuasa hukum terdakwa sudah bijak. Pasalnya, seharusnya kedua terdakwa bisa divonis sampai 20 tahun karena melanggar Pasal Perlindungan Anak dan Aborsi.

“Saya kira, putusan hakim kali ini cukup bijak. Meski kami masih memiliki hak untuk mengajukan banding, namun kami masih akan melakukan musyawarah bersama pihak keluarga terdakwa dulu,” katanya.

Sementara, satu terdakwa lagi yakni sang bidan pemberi obat aborsi kepada kedua terdakwa, Nur Sa’adah Utami Pratiwi (25) warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik di vonis empat tahun penjara dengan denda Rp500 juta subsider satu bulan.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar