Hukum & Kriminal

Lolos Jeratan Hukum

Terdakwa Kasus Jalan Ambles Dituntut Bayar Denda

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dhini Ardani menuntut denda pada enam terdakwa kasus amblesnya Jalan Gubeng, Senin (17/2/2020). Tiga terdakwa dari PT NKE yakni Budi Susilo, Rendro Widoyoko, dan Aris Priyanto dituntut dengan denda masing-masing Rp 200 juta subsider 8 bulan kurungan.

” Terdakwa telah terbukti secara sah bersalah karena telah merusak fungsi jalan secara bersama-sama sesuai dakwaan Pasal 63 ayat (1) Undang-undang Jalan. Untuk itu JPU menuntut dengan denda sebesar Rp 200 juta subsider 8 bulan kurungan,” ujar JPU Dhini dalam tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriyono, Senin (18/2/2020).

Sama dengan tiga terdakwa dari PT NKE, tiga terdakwa dari pemilik proyek PT Saputra Karya yakni Ruby Hidayat, Lawi Asmar Handrian dan Aditya Kurniawan Eko Yuwono juga hanya mendapatkan tuntutan denda. Namun kali ini, mereka dituntut sebesar Rp 300 juta.

“Menjatuhkan kepada para terdakwa pidana denda masing-masing sebesar Rp 300 juta subsider 8 bulan kurungan,” ucap JPU Dhini.

Usai mendengar tuntutan tersebut, baik dari pihak NKE  maupun PT Saputra Karya melalui masing-masing tim penasihat hukumnya sepakat akan mengajukan pembelaan. Sidang pembelaan sendiri akan dilaksanakan pada Senin (24/2/2020) depan. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar