Hukum & Kriminal

Tawuran Pemuda 2 Desa di Lumajang, 1 Tewas

Lumajang (beritajatim.com) – Gara-gara bunyi knalpot, tawuran terjadi antara pemuda Desa Bades dengan Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian. Akibatnya, pemuda asal Desa Bades, Abdul Honi (16) meninggal dunia akibat mengalami luka tubuhnya.

Hal ini terungkap saat Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban memimpin olah TKP peristiwa tawuran dan tempat pesta minuman keras di Desa Bades, Selasa (9/4/2019).

“Jadi dari miras, knalpot brong dan tawuran antar dua kelompok pemuda beda desa,” kata Arsal.

Peristiwa ini berawal dari anak muda Bades menggelar pesta miras di sebuah halam rumah. Saat minuman habis, salah satu pemuda diminta untuk membeli miras.

Saat membeli miras, seorang pemuda Bades berpapasan dengan kelompok pemuda asal Desa Selok Awar-awar dengan memainkan gas motor berknalpot brong. Kemudian dibalas dengan deru motor.

Mereka kemudian terlibat tawuran tak jauh dari tempat pesta miras kelompok anak desa Bades. “Sepertinya bentrok bukan dengan tangan kosong, tetapi melibat benda tumpul dan keras,” jelasnya.

Peristiwa tawuran antar pemuda beda desa saat Sabtu (6/4/2019) malam. Korban Abdul Honi sempat dibawa ke Puskesmas untuk medapat perawatan terus dirujuk ke rumah sakit hingga meninggal dunia.

“Kasus ini kita dalami dan pelaku sedang kita buru sesuai keterangan para saksi,” pungkasnya. [har/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar