Hukum & Kriminal

Tawarkan Jasa Prostitusi ke Polisi, Empat Orang PSK Dibui

Bojonegoro (beritajatim.com) – Empat perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan setelah menawarkan jasa prostitusi kepada petugas kepolisian yang menyamar. Keempat pelaku diamankan petugas di sebuah rumah milik warga di eks lokalisasi Kalisari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (1/10/2019) malam.

Keempat pelaku yang diamankan adalah LN (46), warga Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung; SLT (41), warga Kecamatan Jepon Kabupaten Blora; SC (45) warga Kecamatan Jiken Kabupaten Blora; dan SLM (53), warga Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

“Saat ini keempat pelaku diamankan di Mapolsek Trucuk, untuk selanjutnya akan menjalani persidangan tipiring di Pengadilan Negeri Bojonegoro,” ujar Kapolsek Trucuk, AKP Wiwin Rusli, Rabu (2/10/2019).

Kronologi penangkapan pelaku bermula, pada Selasa (1/10/2019) malam, jajarannya sedang melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di eks lokalisasi Dusun Kalisari turut Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

“Dalam operasi tersebut, dua orang petugas menyamar dengan pakaian preman melakukan survey lokasi dan saat itu petugas mendapati empat orang wanita sedang berada di lokasi, sehingga petugas segera mendekati wanita tersebut,” tutur AKP Wiwin Rusli.

Setelah didekati oleh petugas yang menyamar, wanita tersebut menawarkan diri kepada petugas. Dan guna membuktikan bahwa perempuan tersebut benar-benar seorang pekerja seks, petugas melaksanakan tawar menawar dengan perempuan tersebut, hingga akhirnya petugas di ajak masuk ke dalam kamar.

Setelah berada di dalam kamar, selang beberapa menit berikutnya petugas memberitahukan bahwa sedang melaksanakan operasi dan selanjutnya petugas lainnya dari Polsek Trucuk datang dan mengamankan keempat perempuan tersebut untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut

“Saat ini keempat perempuan tersebut dibawa dan diamankan di Mapolsek Trucuk,” kata Kapolsek.

Pelaku disangka melanggar Pasal 30 ayat (2a) jo Pasal 38 Ayat (1), Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. “Pelaku dijadwalkan akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Bojonegoro pada Kamis, tanggal 3 Oktober 2019,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar