Hukum & Kriminal

Tanda Tangan Dipalsukan, 27 Warga Jadi Korban Penipuan YL

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Belang YL satu per satu mulai terkuak. Setelah 14 warga merasa ditipu ratusan juta olehnya. Kini wanita asli Bondowoso itu diduga juga terlibat penipuan lainnya. Yakni giliran 27 warga desa Nglurup, Kecamatan Sampaung Ponorogo lainnya juga mengaku menjadi korban wanita dua anak itu. Modusnya memalsukan tanda tangan warga untuk pencairan pinjaman uang.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, salah satu korban berinisial AS (32) mengatakan, tanpa sepengetahuanya, YL memalsukan tanda tangan untuk mencairkan pinjaman di koperasi sekitar Rp 3 juta dengan kurun waktu satu tahun.

Kondisi serupa juga diderita oleh 26 warga lainnya. “Padahal saya tidak pernah pinjam uang di koperasi. Tapi tercatat meminjam bersama 26 warga lainnya,” katanya, Sabtu (13/4/2019).

AS menceritakan awal dirinya mengetahui permasalahan itu pada Senin (8/4/2019). Saat itu petugas koperasi datang ke rumahnya untuk menagih cicilan karena sudah jatuh tempo. Dirinya pun kaget karena tidak merasa berhutang di koperasi. Setelah kroscek denga petugas, ternyata pengajuan pinjaman dilakukan oleh YL dengan cara memalsukan tada tangan warga.

“Saya tidak merasa tanda tangan pencairan dana itu kok. Saya dan 26 warga lainnya diduga tanda tangannya dipalsukan oleh YL untuk meminjam di koperasi tersebut,” katanya.

Dengan kejadian itu, warga yang merasa dirugikam oleh ulah YL meminta pihak kepolisian untuk turun tangan guna menangkapnya. Pasalnya, sejak dua minggu lalu YL kabur dari rumah bersama suami dan 2 anaknya.

Diberitakan sebelumnya sedikitnya ada 14 warga Desa Nglurup, Sampung, Ponorogo merasa ditipu. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 349,9 juta. Itu total uang seluruh korban yang dipinjam YL salah satu warga desa setempat. Selain merasa khawatir aset yang digunakan sebagai jaminan terancam disita oleh bank, 14 warga juga takut melapor ke polisi setelah diduga mendapat ancaman dari YL. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar