Hukum & Kriminal

Tahanan Ini Dengar Kabar Istri Selingkuh, Nekat Kabur

Sumenep (beritajatim.com) – Pelarian Hasan Basri (27), warga Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep, berakhir.

“Hasan Basri berhasil kami tangkap pagi tadi, di sebuah rumah di Desa Totosan, Kecamatan Batang-batang,” kata Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beni Hidayat, Rabu (06/02/2019).

Pada Senin (04/02/2019), tiga tahanan kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep. Ketiga tahanan tersebut masing-masing bernama Hasan Basri (27), warga Kecamatan Batang-batang yang merupakan tahanan kasus narkoba. Kemudian Matrawi (27), warga Kecamatan Batuputih, tahanan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan Riyanto (16), warga Kecamatan Batuputih, tahanan kasus pencurian.

Tahanan atas nama Riyanto akhirnya kembali ke rutan hanya berselang beberapa jam dari kaburnya, setelah orang tuanya membujuk agar kembali ke tahanan. Saat kabur, Riyanto kembali ke rumah istrinya di Desa Keles, Kecamatan Ambunten, setelah sebelumnya sempat mampir ke rumah orang tuanya di Kecamatan Batuputih.

Kepala Rutan Sumenep

“Untuk tahanan atas nama Hasan Basri, berhasil ditangkap tim kami setelah ‘nyanggong’ di kebun jagung beberapa meter dari rumah teman Hasan Basri. Ketika Hasan Basri terlihat masuk ke rumah itu, langsung kami tangkap,” ungkap Beni.

Ia menjelaskan, kaburnya Hasan Basri dari tahanan diduga sudah direncanakan. Hasan berniat kabur ketika mendengar istrinya selingkuh dengan pria lain.

“Di Madura, masalah istri itu kan bisa disebut sebagai masalah kehormatan. Jadi begitu dia mendengar istrinya selingkuh, dia mulai merencanakan untuk kabur,” ujarnya.

Beni menambahkan, masih ada satu tahanan lagi yang belum berhasil ditangkap, yakni Matrawi. Sampai saat ini, tim khusus bentukan rutan masih terus melakukan pencarian, berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Kami masih berusaha. Semoga saja dalam waktu dekat, satu tahanan kabur itu bisa segera tertangkap,” ucapnya.

Kaburnya tiga tahanan itu diketahui usai sholat subuh. Saat seluruh tahanan dan narapidana kembali ke kamar masing-masing usai melakukan sholat berjamaah, ternyata ada tiga tahanan yang tidak ada.

Saat di cek di CCTV, terlihat, ada tiga tahanan yang melarikan diri dengan cara memanjat dinding tembok masjid. Setelah berhasil memanjat dinding masjid, tiga tahanan itu berjalan diatas genting, lalu meloncat ke halaman depan rutan dan lari ke arah barat.  [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar