Hukum & Kriminal

Tahan Lima Orang, Polisi Ungkap Peran Para Tersangka Pembajak

Jakarta (beritajatim.com) – Polisi langsung melakukan penahanan terhadap lima tersangka pembajakan truk Pertamina di Plumpang dan Jalan Yos Sudarso. Kelima tersangka adalah N, TK, WH, AM, dan M.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, berdasarkan keterangan sopir sekitar 5 orang menghentikan, ada yang hentikan suruh berhenti, ada yang naik di truk, dan ambil alih. TK, berperan mengambil alih truk dan membawa ke Monas. WH, menyetop truk tangki. AM, dia juga menyetop dan mengawal dengan mobil dari belakang. Ngawal dari mal Artha Gading ke Monas. “N merupakan aktor intelektual pembajakan truk tangki yang mengarah ke Tangerang,” ujar Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Selasa (19/3).

Sementara pada truk tangki kedua dibajak di Jalan Yos Sudarso. Truk tersebut rencananya mendistribusikan BBM ke daerah Ciawi, Bogor. “Di TKP kedua, di Jalan Yos Sudarso, mobil diambil alih tersangka M, kemudian bawa ke Monas,” kata Argo.

Dia juga mengatakan, penyidik masih memeriksa lima orang lagi yang statusnya masih sebagai saksi. “Saat ini, ada lima orang (lagi) sedang kita periksa. Jadi, nanti kita mengetahui peran dia apa, apakah dia ikut melakukan pidana ini. Saat ini, (statusnya) belum kita tetapkan. Nanti, kalau sudah selesai baru kita ketahui peran dari mereka,” katanya.

Ditegaskan Argo, tersangka dalam kasus ini kemungkinan masih akan bertambah. Penyidik masih memburu 12 orang lagi. “Mereka dikenakan Pasal 365, 368, 170, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Seperti diketahui, Pasal 365 KUHP menyebutkan dalam ayat (1) diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.

Adapun Pasal 368 KUHP mengatur tentang pemerasan dan pengancaman. Pasal 368 KUHP Ayat 1 berbunyi ‘Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan’.

Sementara Pasal 170 KUHP ayat 1. (1) Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan. (hen/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar