Hukum & Kriminal

Tabungan Warga Terkuras Rp65 juta, Polisi Belum Terima Laporan

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait kasus dugaan penipuan yang menimpa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Simpedes, Suhartoyo warga Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pihak Polres Mojokerto Kota mengaku belum ada laporan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka mengatakan, belum ada laporan terkait dugaan penipuan yang dialami nasabah BRI. “Belum ada laporan terkait kasus itu, saya juga sudah cek ke jajaran Polsek Gedeg. Disana juga belum ada laporan soal kasus ini,” ungkapnya, Selasa (12/3/2019).

Masih kata Kasat, seharusnya korban melapor ke pihak kepolisian bila merasa menjadi korban penipuan. Menurutnya, pihak bank mempunyai aturan sendiri. Namun semua kembali ke korban karena korban punya hak untuk melapor jika memang sudah menjadi korban.

“Harusnya ada laporan atau delik aduan dari nasabah. Terserah korban juga, bila tak melapor tak masalah. Perihal polisi internal yang dimiliki bank saya tidak paham, itu aturan perbankan sendiri atau otoritas perbankan. Tetapi nasabah punya hak untuk melaporkan kalau merasa tertipu,” tegasnya.

Sebelumnya, nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Simpedes diduga menjadi korban penipuan, uang di tabungan terkurang sebesar Rp65 juta. Korban yakni Suhartoyo warga Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Dengan modus memberikan bonus pulsa Rp500 ribu dan mengatasnamakan dari pihak bank. Pulsa masuk hanya sebesar Rp80 ribu, tak sesuai dengan janji si penelepon. Kemudian Suhartoyo mendatangi ke Agen BRI Ngepung, Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg.

Ia membawa kartu ATM dan buku tabungan untul mengecek saldo yang ada di tabungannya. Suhartoyo pun terkejut mendapati saldonya tinggal Rp2.071.187. Padahal, sebelumnya saldo Suhartoyo sebesar Rp67.071.187. Dari rekening koran diketahui jika tabungan Suhartoyo terkuras Rp65 juta dengan empat kali penarikan.

Penarikan pertama sebesar Rp10 juta, kedua sebesar Rp40 juta, ketiga sebesar Rp10 juta dan yang terakhir sebesar Rp5 juta. Jangka waktu penarikan berselang tak sampai 20 menit. Ada dua nama yang melakukan penarikan, yakni Yuli dan Nurfitria. Kantor Cabang BRI Mojokerto belum bisa dikonfirmasi terkait kasus ini. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar