Hukum & Kriminal

Suruh Beri Keterangan Palsu, Bos PT Hasil Prima Intersarana Dihukum 105 Hari

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana menjatuhkan pidana penjara selama tiga bulan 15 hari (105 hari) pada Terdakwa Hari Pujianto, Bos PT Hasil Prima Intersarana, Senin (2/12/2019).

Dalam amar putusannya, ketua mejelis hakim Anne Rusiana menyatakan, terdakwa secara sah melakukan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagaimana dalam pasal 266 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Hari Pujianto selama 3 bulan 15 hari,” ujar hakim Anne pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2/11/2019).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati selama 6 bulan penjara. “Kami beri waktu kepada terdakwa dan jaksa penuntut umum untuk menyatakan sikap (banding atau menerima vonis),” kata hakim Anne.

Dalam dakwaan dijelaskan, perkara ini berawal saat terdakwa menyuruh almarhum Muksin untuk melihat data Kartu Keluarga (KK) atas nama Poly Tanudjaya di kantor Kelurahan Panjang Jiwo, Surabaya. Namun terdakwa mendapat informasi bahwa untuk melihat data di KK harus membuat surat kehilangan.

Dari situlah, terdakwa akhirnya menyuruh Sri Wahyuni untuk membuat surat laporan kehilangan KK di Polsek Gubeng Surabaya. Berbekal surat laporan kehilangan tersebut, terdakwa menyuruh istrinya yakni Yenny Tanudjaya untuk menggugat istri Poly Tanudjaya yang bernama Mien Lieku atas rumah yang terletak di Panjang Jiwo Permai, Trenggilis Mejoyo, Surabaya. Atas perbuatan terdakwa, Mien lieku menderita kerugian sebesar Rp 200 juta. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar