Hukum & Kriminal

SPBU Jual BBM Oplosan, Begini Penjelasan Dinas Perdakum Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo ikut angkat bicara tentang kasus SPBU di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, yang menjual BBM oplosan. Namun demikinam dinas tersebut berpegangan pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78/M- DAG/PER/11/2016 Tahun 2016 tentang unit meteorologi legal, kewenangan Dinas Perdakum pada alat ukur.

“Jadi tugas kami hanya pengawasan dan peneraan pada alat ukurnya,” kata Kabid perdagangan Dinas Perdakum Ponorogo Toto Basuki, Senin (17/6/2019).

Kalau pengawasan isi BBM yang dijual atau yang lainnya, menurut Basuki, ada di pihak Pertamina langsung. Dan untuk pengecekan alat ukur itu dilakukan Dinas Perdakum setiap setahun sekali. Bukan hanya SPBU di Desa Bangunrejo, namun SPBU di seluruh Ponorogo. Pihaknya akan melakukan pengecekan ulang jika ada pengaduan dari masyarakat.

“Selama ini dalam pengecekan alat ukur tidak ada penyimpangan. Dan hanya pada alat ukurnya, tidak sampai mengecek isinya,” kata Basuki menegaskan.

Dengan adanya kejadian SPBU di jalan Sukorejo – Sampung yang menjual BBM oplosan, Perdakum Ponorogo berencana untuk menyurati semua SPBU di Ponorogo agar tidak melakukan hal serupa. “Kami akan surati semua SPBU di Ponorogo supaya kejadian itu tidak terulang,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar