Hukum & Kriminal

Smart Hunter Diujicobakan dalam Latihan Angkasa Yudha 2019

Magetan (beritajatim.com) – Ada pemandangan berbeda dalam latihan Angkasa Yudha (AYU) tahun 2019, jika dibandingankan dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Dalam latihan kali ini, TNI AU berhasil menggelar dengan alat-alat terbaru yang telah diuji fungsikan. Berbagai macam alat perang elektonika seperti Jammer GPS, Anti drone, Mobil DF (direction finder), Communication jammer Mobile serta Smart Hunter.

Smart hunter merupakan alat peralatan TNI yang mengarah kepada fokus pada kelengkapan rudal anti serangan udara atau surface to air missile (SAM) dengan basis man portable air defence systems (MANPADS). Ini bisa dilihat dari hadirnya sista Mistral, Grom, dan QW-3.

”Dengan basis MANPADS, rudal dapat dioperasikan secara mandiri oleh satu atau dua orang awak. Atau dalam beberapa platform dapat diintegrasikan dengan pola penembakkan otomatis dalam suatu sistem peluncur,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, saat usai meninjau latihan AYU 2019 di Lanud Iswahjudi, Kamis (18/7/2019).

SAM SHORAD seperti Mistral, Grom, dan QW-3 memiliki rata-rata jarak tembak maksimumnya mencapai 5.000 – 6.000 meter. Dengan kecepatan supersonic, itu artinya target yang disasar hanya efektif untuk menguber helikopter dan pesawat jet tempur yang terbang rendah dengan kecepatan tinggi.

”Jadi dalam konteks menghadapi jet tempur yang terbang diatas 8.000 – 10.000 meter, alat ini tidak begitu efektif,” ungkapnya.

Smart Hunter buatan Cina ini, merupakan sistem radar yang digunakan untuk memandu awak rudal QW-3 dalam mengetahui arah datangnya target lawan. Harap maklum, arah datangnya pesawat lawan kadang sulit ditemukan secara visual. Dengan demikian, awak rudal dapat mengambil inisiatif pertama untuk melakukan tembakan untuk melumpuhkan pesawat penyusup. Smart Hunter dipasang dalam platform jip 4×4, untuk pesanan Paskhas, dan juga digunakan pada mobil jenis Nissan Frontier 2000 cc dengan warna cat hijau. Dengan jaringan wireless, satu unit Smart Hunter mampu mengendalikan 12 penembak QW-3.

”Maka dari itu jalur komunikasi antara pusat kendali dan juru tembak mengandalkan gelombang WiFi (wireless fidelity),” katanya.

KASAU mengungkapkan latihan Angkasa Yudha 2019 ini penuh dengan kompleksitas. Namun Dia berharap pihaknya mampu melaksanakan latihan ini dengan baik. Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyebut jika tugas mereka adalah latihan dan operasi.

”Saya bangga dengan semangat yang Saudara tunjukkan selama Latihan Angkasa Yudha 2019 ini,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar