Hukum & Kriminal

Sketsa Korban Mutilasi di Malang Belum Menemui Hasil

Malang (beritajatim.com) – Polres Malang Kota telah membuat sketsa wajah korban mutilasi di Lantai II Pasar Besar Malang. Sketsa dibuat untuk mendapatkan identitas korban dari orang yang mengenalinya.

Sebab, tidak ditemukan identitas apapun dari korban. Sidik jari pun tak dapat diambil karena bagian jari sudah rusak. Berdasarkan pengakuan pelaku mutilasi, Sugeng Angga Santosa (49) korban berasal dari Maluku namun dia mengaku tak mengetahui namanya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, sejauh ini belum menemui hasil. Namun, sempat ada informasi di media sosial Facebook. Ada orang yang diduga korban mutilasi itu. Setelah dikroscek ternyata terduga korban masih hidup.

“Ada yang merespon memberikan informasi tentang diduga korban. Tapi setelah diselidiki dengan nama tertentu kemudian kita cek di Facebooknya. Setelah dikomunikasikan ternyata yang diduga itu masih ada jadi bukan korban itu,” papar Asfuri.

Dalam kasus ini, Sugeng bakal dijerat dengan pasal 181 KUHP karena melakukan mutilasi terhadap mayat. Namun, polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap adanya kasus pidana lain. “Baru pasal 181 KUHP yang kami gunakan. Kami tetap lakukan penyelidikan mendalam kalau ada unsur pidana lain,” ucap Asfuri.

Selain itu, Asfuri mengatakan sejak Jumat, (17/5/2019) kemarin, Sugeng telah dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang. Diketahui, Sugeng ternyata pernah mendapat perawatan kejiwaan di RS Lawang. “Kita rujuk kesana, setelah ada rekomendasi dari psikiater. Kemarin setelah Jumatan kita kirim kesana. Pelaku pernah dirawat disana karena memiliki kartu untuk berobat,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar