Hukum & Kriminal

Sikat Onderdil Dump Truk, 3 Orang Diringkus Polisi

Tersangka pencurian onderdil dump truk yang diamankan Polsek Gondang. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga tersangka pencurian satu set onderdil dump truk diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Gondang. Salah satu tersangka merupakan karyawan perusahaan pemecah batu yang menawarkan onderdil tersebut.

Ketiga tersangka yakni, Gunadi (39) dan Tri Oki Setiawan (22) warga Dusun Jeruk, Desa Pohjejer, serta Achmad Jailani (24) warga Dusun Sumberaji, Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Pencurian tersebut dilakukan pada Selasa (14/1/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati mengatakan, pencurian dilakukan para tersangka di jalan persawahan Dusun Jeruk, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang. “Salah satu tersangka merupakan karyawan perusahaan yang mengelola dump truk,” ungkapnya, Jumat (24/1/2020).

Gunadi menawarkan sebuah onderdil turbo dump truk milik perusahan tempatnya bekerja, karena onderdil turbo milik tersangka Oki rusak. Sehingga kedua tersangka merencanakan untuk membongkar dan menukar onderdil turbo tersebut di lokasi yang sudah ditentukan, yakni jalan persawahan, dua hari kemudian.

“Tersangka Gunadi menawarkan pada Minggu, kemudian pada hari Selasa ia datang ke tempatnya bekerja. Selanjutnya, dia mengeluarkan dump truk dengan alasan untuk dipakai bekerja. Namun oleh tersangka dump truk dibawa ke lokasi yang sudah direncanakan untuk di bongkar onderdilnya,” katanya.

Masih kata Kasubbag Humas, kedua tersangka dibantu Ahmad Jailani. Setelah onderdil tersebut terpasang di kendaraan milik Oki, Gunadi dijanjikan diberi uang oleh Oki sebesar Rp2 juta. Namun, ketiga pelaku akhirnya diringkus polisi. Mereka lantas dibawa ke Polsek Gondang berikut barang bukti.

“Barang bukti yang diamankan dari ketiga tersangka yakni, satu set onderdil turbo dump truk, kunci ring ukuran 14, kunci sok ukuran 14, kunci ring ukuran 12, kunci ring ukuran 19, satu buah tang dan satu buah obeng. Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 4e KUHP, akibat kejadian ini perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp5 juta,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar