Hukum & Kriminal

Prostitusi Online

Sidang Prostitusi Online di Bojonegoro, Dakwaan Dugaan Perdagangan Orang Tidak Terbukti

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasus prostitusi online dengan terdakwa satu orang mucikari mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Kamis (28/3/2019).

Dalam bacaan dakwaan terdakwa berinisial YN (42) warga Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro didampingi Penasehat Hukum, Khoiron Ashadi. Pendampingan hukum terhadap terdakwa itu dilakukan sesuai dengan permintaan Majelis Hakim karena ancaman hukuman terhadap terdakwa diatasi lima tahun.

“Setelah bacaan dakwaan, sikap terdakwa tidak keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Kami
Meminta JPU menghadirkan saksi dengan barang bukti dalam agenda sidang minggu depan,” ujar PH terdakwa, Khoiron Ashadi.

Sementara JPU Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Dodik Mahendra mengatakan, dalam pembacaan dakwaan, pasal yang didakwakan kepada terdakwa yakni, melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Prostitusi, Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 jo Pasal 296 KUHP. “Dakwaannya karena terdakwa mendistribusikan dan atau menyediakan informasi dan dokumen elektronik yang memiliki muatan pelanggaran asusila,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut dia, ada satu pasal yang disangkakan sebelumnya tidak terbukti dalam proses penyidikan di Polres Bojonegoro. Yakni Pasal 12 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. “Alat bukti tidak memenuhi, setelah mendapat masukan dari JPU,” jelasnya.

Hal yang disebut dengan perdagangan orang, lanjut dia, tidak terbukti karena antara terdakwa dan perempuan yang berperan melayani hidung belang ini ada hubungan mutualisme atau saling membutuhkan. “Tidak ada korban yang dirugikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, praktek prostitusi online tersebut merupakan jaringan yang menggunakan pesan WhatsApp sebagai media transaksi. Terdakwa berinisial YN (42), merupakan perempuan yang melakukan transaksi dengan cara menjual dan menawarkan perempuan berinisial YM (32) asal Kabupaten Bojonegoro kepada pelanggan.

Saat dilakukan penangkapan itu, YN menawarkan YM kepada lelaki berinisial BG asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro dengan harga Rp700 ribu. Setelah BG menyetujui penawaran harga yang dilakukan , kemudian YM dan BG bertemu di salah satu hotel yang ada di Jalan Veteran. Tarif sebesar Rp 700 ribu tersebut dibagi dengan rincian Rp200 ribu untuk pesan kamar, Rp300 ribu untuk YM dan Rp200 ribu diambil tersangka. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar