Hukum & Kriminal

Sidang Praperadilan Perdana, Tersangka Tidak Hadir

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sidang perdana praperadilan yang diajukan oleh tersangka Syamsul Hadi terkait penetapan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam jabatannya sebagai Kepala Inspektorat Bojonegoro tidak dihadiri langsung oleh tersangka.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan materi permohonan praperadilan dari pemohon itu dilakukan oleh Penasehat Hukumnya, Bayu Wibisono. Selain itu, dari pihak keluarga tersangka diwakili oleh adik dan anak kandung Syamsul Hadi. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Bojonegoro, Jumat (5/7/2019).

Bayu Wibisono usai persidangan mengatakan, meskipun tidak hadir dalam persidangan, kondisi kesehatan tersangka dinyatakan baik. “Kondisi kesehatannya baik, sehat wal afiat,” ujarnya usai persidangan.

Sementara Hakim Persidangan, Isdariyanto mengatakan, secara prosedural yang bisa mengajukan permohonan praperadilan ini bisa dilakukan oleh tersangka sendiri, keluarga maupun penasehat hukum yang mendampingi tersangka.

“Tidak masalah kalau tersangka tidak hadir sendiri. Tadi diwakili oleh lawyer dan anak serta adik kandungnya. Berkas pengajuan juga lengkap,” ujarnya.

Dalam sidang praperadilan tersebut, pemohon menilai terkait dengan penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bojonegoro tidak sah. Menurut pemohon, harusnya tersangka tidak bisa dikenai pasal pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Alasannya, tidak tepat jika dikenakan UU Tipikor tetapi UU administrasi negara, karena pasalnya penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Usai pembacaan materi permohonan praperadilan oleh pemohon, sidang ditunda hingga Senin (8/7/2019) mendatang dengan agenda pembacaan jawaban permohonan termohon. Kasus praperadilan ini dilakukan secara maraton, karena sesuai ketentuan dalam waktu tujuh hari kerja harus sudah putusan. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar