Hukum & Kriminal

Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019, Kapolresta: Situasi Sidoarjo Kondusif

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho menyatakan kesiapan pihak keamanan dalam menjaga kondusifitas kamtibmas, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Sebagai wujud kesiapan TNI-Polri dan intansi terkaitnya, dilakukan Apel Konsolidasi Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di halaman Mapolresta Sidoarjo.

“Situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo sampai saat ini masih aman dan kondusif. Semua personel kepolisian dan gabungan TNI di Sidoarjo siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat masa Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) hingga 28 Juni 2019,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, Kamis (13/6/2019).

Selain upaya kesiapan personel pengamanan, Kapolresta Sidoarjo menghimbau kepada masyarakat Sidoarjo agar turut membantu menjaga keamanan supaya Kabupaten Sidoarjo senantiasa aman dan kondusif. “Mari kita jaga kondusifitas kabupaten Sidoarjo sampai seterusnya,” himbau dia.

Kombes Pol Zain Dwi Nugroho juga menyinggung dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 pengamanan Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah Tahun 2019 juga diakui sukses. Kepolisian bersama instansi terkait mampu bekerja secara profesional, ditandai dengan lancarnya arus mudik dan arus balik.

“Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019, mulai 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2019 berjalan sukses. Indikator adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas,” jelasnya.

Operasi Ketupat Semeru tahun 2019 ini, untuk data sementara baik angka kecelakaan hingga angka kematian menurun dibanding Lebaran 2018. Di tahun 2018 tercatat ada 357 kecelakaan di jalanan. Namun kini hanya ada 157 kasus kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Jatim.

“Analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2019 jajaran Polda Jatim, didapatkan data bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas dari tahun 2018 sebanyak 357, yang terjadi secara kuantitas menurun 56% di angka 157 di 2019,” rinci dia menjelaskan. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar