Hukum & Kriminal

Sidang Dua Pejabat Kemenag Jatim Digelar di PN Tipikor Jakarta

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan dua tersangka kasus dugaan suap terkait dengan Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019. Selanjutnya, dua tersangka tersebut, yakni Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Hari ini dilakukan pelimpahan berkas barang bukti dan dua tersangka TPK suap terkait dengan Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019, ke penuntutan tahap 2,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, persidangan keduanya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta. Meski, tempat kejadian perkara kasus yang juga melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Terkait hal tersebut, Febri menyebut salah satu alasannya sebagian besar saksi berdomisili di Jakarta.

“Karena ada dugaan perbuatan yang dilakukan di Jakarta dan sebagian besar saksi berdomisili di wilayah Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus,” kata Febri.

Dia menambahkan, sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 70 orang saksi dari unsur Menteri Agama RI, Sekretaris Jenderal DPR RI, Kepala KASN, Ketua Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kementerian agamaz Kepala Kantor Agama RI beberapa daerah, Anggota DPRD Jawa Timur, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Staff Ahli Menteri Agama RI, Staff khusus menteri agama RI, Konsultan, dan PNS.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Romy, yang merupakan anggota DPR dan eks Ketua Umum PPP, sebagai tersangka dugaan suap. Dia diduga menerima Rp 300 juta terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.
Uang itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, yang juga sudah menjadi tersangka. Rinciannya, Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin.

Uang itu diduga ditujukan agar Rommy membantu proses seleksi yang diikuti Haris dan Muafaq. KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk membantu proses seleksi Haris dan Muafaq.

Romy ditetapkan sebagi tersangka penerima suap. Kemudian MFQ (Muhammad Muafaq Wirahadi) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan HRS ((Haris Hasanuddin) Kepala Kantow Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, diduga sebagai pemberi suap. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar