Hukum & Kriminal

Sembunyikan Narkoba, Pengemudi Agya Tabrak Mobil Sat PJR Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pengemudi mobil Agya Nopol B P 234 HES yakni Galih Nugroho yang menabrak mobil Satuan Polisi Jalan Raya (Sat PJR) Polda Jatim diserahkan ke Polres Jember untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hal itu diungkapkan Kasat Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi. Setelah pelaku diamankan oleh petugas PJR, kemudian pelaku dibawa ke Polres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Pelaku kami bawa ke Polres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut berserta barang bukti,” tandas Dwi.

Dia menjelaskan, kejadian berawal saat unit 502 Sub Jember Sat PJR Ditlantas Polda Jatim dengan personil Aiptu Iswanto, Brigadir Dhymas dan Brigadir Didi, sepulang dari Mapolda Jatim sekitar pukul 13.30 WIB. Saat melintas di wilayah Jatiroto tepatnya di daerah Jalan Raya Tayeng, Jember menuju ke timur, melintas sebuah mobil Agya warna putih dengan nopol P 234 HES.

Namun ketika dilakukan pengecekan dengan aplikasi E-Tilang warna mobil berbeda. Mobil tersebut dikendarai oleh Galih Nugroho (35) warga Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. “Saat dicek, warna mobil berwarna beda, yakni hijau metalik bukan warna putih,” jelas Dwi Sumrahadi, Rabu (18/12/2019).

Saat kendaraan pelaku hendak diberhentikan, Galih bukannya berhenti malah menabrak mobil PJR hingga mengalami penyok di bagian pintu belakang. Kemudian aksi kejar-kejar tidak terelakan. “Pelaku malah berputar balik ke barat dengan kecepatan tinggi, selanjutnya dilakukan pengejaran. Dalam pengejaran, mobil tersebut melakukan perlawanan dengan menabrakkan mobilnya ke Unit PJR,” terangnya.

Sesampai di simpang Kaliboto, Jember, pelaku yang panik, melajutkan pelariannya hingga masuk ke jalan perkampungan, dan hampir menabrak warga serta menabrak pagar rumah warga.

“Setelah kami lakukan pengejaran terus kendaraan terpojok dan berhenti di wilayah Batu Urip, lalu tertangkap. Sopir kami amankan, penggledehan kita lakukan. Hasilnya, didapat 1 kotak hitam berisi alat hisap berserta sabu dan bekas pemakaian,” ungkap Dwi. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar